Kasus Cetak Sawah Seret Tersangka Baru

HL-Jeruji-Tersangka-baru-cetak-sawah

Tersangka baru cetak sawah Banyuasin | Dok KS

BANYUASIN/KS-Setelah sebelumnya polisi menetapkan salah satu PNS di Dinas Pertanian dan Peternakan menjadi tersangka, kali ini Kepala Unit Pelaksana Teknik (KUPT) Dinas Pertanian dan Peternakana (Distanak), Kecamatan Pulau Rimau, Muslimin (51), ikut menjadi tersangka dalam kasus cetak sawah di 9 desa yang ada di Kecamatan Pulau Rimau.

Muslimin, warga Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar ini, yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi, kini naik statusnya sebagai tersangka. Sekitar pukul 09.00 WIB, Muslimin menjalani pemeriksaan di ruang unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Banyuasin.

Kapolres Banyuasin, AKBP Ahmad Ikhsan SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin SH menjelaskan, saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan oleh unit Tipikor, namun dia menegaskan jika statusnya saat ini bukan saksi, namun sebagai tersangka.

“Ya, statusnya naik sebagai tersangka, dia (Muslimin –red), diduga melakukan penyunatan dana poyek cetak sawah delapan dari sembilan gapoktan yang ada di Kecamatan Pulau Rimau, hingga merugikan Negara sebesar Rp 3.320.000.000,” kata Ali Rojikin, kemarin.

Dikatakannya, jika selain mengamankan tersangka, Polres Banyuasin juga mengamankan barang bukti hasil korupsi dari proyek cetak sawah ini, yakni sebesar Rp 1.167.300.000.

“Ya, ada barang bukti juga yang sekarang ditititpkan di rekening Polda Sumsel, jumlahnya mencapai Rp 1.167.300.000,” sambungnya.

Hanya saja, Ali Rojikin tidak membeberkan, apa peran dari KUPTD Distanak Kecamatan Pulau Rimau, termasuk apakah Muslimin, merupakan eksekutor pemotongan dari masing-masing Gapoktan tersebut.

Termasuk, pengakuan tersangka dalam BAP, apakah pemotongan tersebut, dialirkan ke pihak mana lagi. “Itu masuk dalam materi, kami tidak berkewajiban membebebarkannya, nanti itu ada di persidangan kedua tersangka ini,” beber Ali Rojikin

Ali menambahkan, tidak menutup kemungkinan, ada tersangka tambahan dalam kasus yang didanai dari APBN sebesar Rp 18 Miliar ini. “Kemungkinan ada tersangka lainnya,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polres Banyuasin juga menetapkan Kasi Sarana Tanaman  Pangan Distanak Banyuasin, Hermansyah SP, sebagai tersangka di kasus ini. Sama dengan Muslimin,  juga diduga merugikan uang Negara sebesar Rp 3.320.000.000.

Hermanyah sendiri, selama menjalani pemeriksaan, dicecar 53 pertanyaan. Diperiksa mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Dan saat ini sudah mendekam di hotel prodeo Polres Banyuasin.

Seperti diketahui, Polres Banyuasin memeriksa dugaan korupsi cetak sawah seluas 1800 hektare di sembilan desa, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Dimana kegiatan tersebut berasal dari perluasan areal (cetak sawah) tanaman pangan program penyediaan dan pengembangan prasarana sarana pertanian satker Dinas Pertanian Tananam Pangan dan Hortikultura Sumsel di Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Banyuasin anggaran tahun 2012 menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 18 milyar, dugaan korupsi diduga dengan cara memotong atau menyunat anggaran di setiap desa yang memperoleh cetak sawah, dan setiap desa memiliki luas cetak sawah yang berbeda

Sementara itu, Lukmansayah ketua LSM Tegakan Agenda Reformasi (TEGAR) mengatakan bahwa dirinya memberikan acungan jempol pada pihak Polres banyuasin karna ini merupakan langkah maju yang di lakukan pihak polres

“Saya berharap supaya pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus cetak sawah ini sampai ke akar-akarnya sehingga aktor intelektualnya dapat tersentuh hukum,“ katnya

Terpisah, Selamat anggota DPRD Prov Sumsel melalui ponselnya mengatakan bahwa dirinya sangat bangga apa yang di lakukan Polres Banyuasin. “Kami berharap kasus cetak sawah ini jangan hanya sampai disini saja, semua yang terlibat dalam kasus ini harus dijadikan tersangka,” katanya.

 

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *