Jual Narkoba, Pedagang Beras Diciduk

Samsudin-(tengah),-bandar-narkoba-yang-juga-penjual-beras-saat-diamankan-di-Mapolres-OI

Samsudin (tengah), bandar narkoba yang juga penjual beras saat diamankan di Mapolres OI | Foto : Junaidi KS

INDERALAYA|KS-Samsudin (32), warga Tanjung Bawah, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terpaksa harus merasakan dinginnya lantai penjara Mapolres OI.

Pria yang sehari-harinya sebagai penjual beras di Pasar Tanjung Raja ini terpaksa berurusan dengan petugas Unit Narkoba Polres OI lantaran nekat menjual sabu karena terdesak ekonomi. Bapak beranak satu ini diciduk petugas dirumahnya, Kamis (20/6), sekitar pukul 22.OO WIB.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 3 paket kecil sabu dan 1 peket sedang, bong, serta alat hisap sabu lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, penagkapan berawal dari laporan masyarakat melalui SMS online tentang adanya transaksi narkoba yang dilakukan tersangka. Berbekal informasi tersebut, petugas yang di pimpin langsung Iptu Roby Sugara bersama anggota meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Petugas pun langsung melakukan pengintaian ketika sampai di lokasi. Hampir satu jam melakukan pengintaian, petugas melihat tersangka dirumah yang diduga usai melakukan transalksi.

Tanpa pikir panjang, petugas langsung melakukan penyergapan. Tersangka tidak berkutik saat disergap. Petugas pun langsung melakukan penggeledahan.

Saat di geledah, petugas menemukan barang bukti paket sabu, alat hisap sabu dan  perlengkapan sabu lainnya. Bersama barang bukti, tersangka digiring ke Mapolres OI.

Kasatnarkoba AKP Ihksan didampingi KBO Narkoba saat dikonfirmasi, Juat (21/6), membenarkan penangkapan tersebut. “Ya, tersangka kami tangkap berkat laporan dari masyarakat. Kami terlebih dahulu melakukan pengintaian. Tersangka juga merupakan bandar narkoba,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, sambungnya, petugas menemukan barang bukti sabu dan perlengkapan untuk nyabu. “Tersangka dikenakan UU Narkotika Pasal 114 subsider pasal 112 dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,” bebernya.

Tersangka saat ditemui mengaku jika barang tersebut miliknya yang berasal dari R dan M warga Tanjung Raja. “Saya beli Rp 1juta dan saya pecah jadi 10 paket kecil seharga Rp 200ribu per paket,” akunya.

Menurutnya, hasil penjualan beras sehari-hari kurang dan terpaksa nyambi jual sabu. “Jualan beras masih kurang pak buat kebutuhan sehari-hari,” tutur bapak satu anak ini.

Disinggung berapa lama jual sabu, tersangka Samsudin mengakui dirinya sempat jual sabu selama 3 tahun. “Tapi sempat berhenti karena di nasehati orang tua. Kalau aktif lagi baru 3 bulan ini Pak,” sesalnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *