Ada Bacaleg Gunakan Ijazah Palsu

kpu

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), sejak 13 Juni 2013 lalu melakukan uji publik terhadap bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk DPRD Sumsel periode 2014-2019.

Sampai Jumat (21/6), menurut komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum, Herlambang, baru ada dua laporan yang masuk ke KPU Sumsel dari masyarakat.  Dua pengaduan tersebut, berisikan dugaan ijazah palsu yang digunakan salah satu bacaleg.

“Satu laporan lagi, disampaikan istri salah satu bacaleg yang tidak setuju suaminya ikut berkompetisi di pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 mendatang. Bacaleg itu, mencalonkan diri di daerah pemilihan (dapil) Sumsel 2,” jelas Herlambang ketika dibincangi, kemarin.

Herlambang juga menyebut, KPU Sumsel akan menelusuri kebenaran laporan tersebut terutama menyangkut ijazah palsu. KPU jelasnya, akan mengecek ke lembaga pendidikan bersangkutan dan dinas pendidikan setempat.

Disinggung soal salah satu bacaleg dari Partai Demokrat yang masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS) ?, Herlambang mengaku belum mengetahuinya. Namun KPU janjinya, akan mengecek kebenarannya sebelum daftar caleg sementara (DCS) itu ditetapkan menjadi daftar caleg tetap (DCT).

Herlambang mengharapkan, tanggapan dari masyarakat terhadap calon wakilnya tersebut. Tanggapan itu dibutuhkan, untuk menentukan apakah mereka layak untuk menjadi wakil rakyat atau tidak.

“Dari masyarakat, kita bisa tahu apakah bacaleg tersebut menggunakan ijazah palsu, pernah melakukan tindak pidana, berstatus sebagai PNS atau lainnya,” ucapnya.

Nantinya sambung dia, tanggapan masyarakat terhadap bacaleg tersebut akan disampaikan ke partai politik (parpol) yang mengusulkan bacaleg tersebut. Parpol itulah jelasnya, yang berwenang mengganti bacaleg tersebut.

Herlambang mengatakan, jumlah bacaleg untuk DPRD Sumsel saat ini sebanyak 863 orang, selain itu terdapat 30 bakal calon senator (DPD) dari dapil Sumsel. “Sebanyak 863 orang bakal calon legislatif dan 30 bakal calon DPD itu seluruhnya sudah memenuhi persyaratan sesuai hasil verifikasi yang dilakukan pihak KPU Sumsel,” tuturnya seraya menjelaskan 12 parpol peserta pemilu 2014, semuanya sudah memenuhi persyaratan kuota perempuan untuk per dapil.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *