24 Juni, Dana BLSM Dicairkan

BLSM

Info Grafis Mekanisme Penyaluran BLSM

PALEMBANG, KS-Sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, pemerintah akan menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) kepada 15.530.897 rumah tangga sasaran (RTS) di 14 kota di Indonesia.

Kota-kota yang menjadi sasaran tahap pertama BLSM tersebut yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Solo, Ambon, dan Jayapura.

Untuk tahap dua menurut Kepala Kantor Pos Cabang Palembang, Dino Ariadi, BLSM akan diberikan kepada RTS di 33 provinsi dan pada tahap III akan dilanjutkan di 410 kabupaten serta 98 kota.

“Di Palembang, ada 72.178 RTS yang menerima dana BLSM ini. Setiap RTS, akan menerima Rp150 ribu perbulan. Pada masa bayar pertama, artinya setiap masa bayar maka RTS akan menerima Rp300 ribu. Pembayaran BLSM ini akan mulai dilakukan 24 Juni mendatang,”jelas Dino kepada wartawan, Jumat (21/6).

“Kami menjamin proses pemberian kompensasi kenaikan harga BBM, tak butuh waktu lama dan tepat sasaran,” sambungnya.

Dino menyebut, pencairan dana BLSM ini di Palembang untuk tahap pertama untuk RTS yang ada Kelurahan Bukit Lama dan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Di Kelurahan Bukit Lama, ada 1.273 RTS. Pencairannya dilakukan di Kantor Pos Merdeka, Palembang.

Sedangkan untuk Kelurahan 26 Ilir, ada 90 RTS yang menerima dana tersebut. Pencairannya kata Dino, dilakukan di rumah dinas Camat IB I. Hal itu dilakukan, karea kantor Lurah 26 Ilir, saat ini sedang di renovasi.  “Untuk Kelurahan lainya akan dilanjutkan pada Senin (24/6). Kita menjadwalkan pencairan dana BLSM ini di Palembang, sampai dengan 7 Juli,” bebernya seraya mengatakan untuk pencairan dana BLSM ini, RTS harus menunjukkan kartu perlindungan sosial (KPS).

Dino juga mengatakan, pembayaran dana BLSM itu setiap tahapnnya akan dilakukan secara terpisah. Apabila ada pemegang KPS yang tidak mencairkan pembayaran, pada tahap pertama di lokasi yang ditentukan maka bisa mengambilnya pada masa pembayaran tahap kedua.

”Apabila tidak tercatat dalam daftar nominasi di lokasi kantor bayar terdekat, pemegang KPS dapat mencairkan dana BLSM itu ke kantor pos untuk mendapat ijin pembayaran. Pemegang KPS, tidak diperbolehkan mencairkan di lokasi selain kantor bayar yang ditetapkan atau di kantor pos,”ucapnya.

Sementara itu, Area 3 Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Dimat Tjachrudi menyebut untuk mencairkan dana BLSM tersebut harus memiliki KPS, membawa kartu indentitas asli (KTP, SIM atau paspot) dan membawa kartu keluarga (KK) asli.  “Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kesalahan, atau ketidak cocokan antara KPS dan data milik petugas,”ujarnya.

Ia menambahkan, apabila pemegang KPS tidak bisa hadir karena sakit atau manula maka pengambilannya bisa di wakilkan. Namun  tegas Dimat, orang yang di wakilkan tersebut harus membawa surat kuasa yang ditempeli materai Rp6000. Selain  itu, pada saat pencairan penerima surat kuasa harus membawa identitas asli penerima dana BLSM, kartu identitas penerima kuasa dan penerima kuasa harus benar-benar  orang yang tinggal serumah dengan pemilik KPS.

Kemudian lanjutnya, bagi pemegang KPS yang telah meninggal dunia maka ahli waris harus membawa surat keterangan ahli waris dari kelurahan, surat keterangan kematian, KPS, KK asli, kartu identitas asli ahli waris.

Ia juga menghimbau, kepada masyarakat pemegang KPS jika KPS nya hilang maka bisa mengurus kehilangannya di kantor Dinas Sosial yang kemudian diteruskan ke Kementrian Sosial.

“Untuk pengamanannya, kami sudah berkoordinasi kepada wali kota dan dibantu dengan aparat kepolisian serta Pol PP setempat. Diharapkan kepada masyarakat, untuk mengambil pencairan BLSM sesuai dengan wilayah dimana namanya terdaftar. Untuk lebih jelasnya tanyakan dimana kelurahan asalnya,” tukasnya.

Teks      : Aminuddin

Editor  : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *