Pns Bpn OKI Dan Mantan Kades Ditahan Kajari

KAYUAGUNG,KS-Pegawai Negeri Sipil (PNS), merupakan salah satu pejuang masyarakat dalam mencapai sebuah kemakmuran rakyat, untuk itulah mereka diberikan gaji dan tunjangan agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Hal tersebut sepertinya tidak dilakukan oleh salah satu pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten OKI dan mantan kepala Desa Cahya Mas, Kecamatan Mesuji Makmur.

Keduannya bukannya menjadi abdi masyarakat malah memanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, tidak melihat lagi apakah hal tersebut melanggar hukum, yang ada hanya mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan orang lain.

Oknum PNS BPN dan mantan kades akhirnya  ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Kejaksaan Negeri (Kejari), Kayuagung OKI, lantaran telah tersangkut kasus retribusi tanah landerfoam khusus Desa Cahya Mas, Kecamatan Mesuji Makmur, pada tahun 2008-2009 lalu.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, kedua tersangka berinisial EP yang bekerja di BPN OKI dan tersangka kedua berinisial AS mantan kades Cahya Mas. Keduanya diperiksa oleh Kejari Kayuagung, mulai dari berkas dan barang bukti, setelah pemeriksaan tersebut keduanya terbukti bersalah.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Supriyadi SH, tersangka pegaawai BPN EP didampingi kuasa hukumnya Suharyono SH.MH.

Sedangkan tersangka AG diperiksa JPU Imam Hidayat SH, dan didampingi penasehat hukumnya Herman SH.MH. Pemeriksaan keduannya, Selasa (18/06) mulai dari pagi pukul 15.30 WIB. Setelah terbukti bersalah, keduannya langsung diantar menuju LP Tanjung Raja Ogan Ilir.

Kedua tersangka saat ini telah dilimpahkan penyidik kejaksa penuntut umum(JPU), karena berkasnya sudah lengkap atau P21 termasuk barang bukti, setelah itu akan berlanjut ke pengadilan negeri  untuk proses selanjutnya.

Informasi yang dihimpun, tersangka ditahan karena terkait kasus retribusi tanah landerfoam khusus Desa Cahya Mas, pada tahun 2008-2009 lalu. Dalam perkara tersebut barang bukti berupa dokumen sertifikat sebanyak 38 lembar yang belum diserahkan kemasyarakat, sedangkan untuk tersangka AG pada saat menjabat menerbitkan sebanyak 1.200 persil dan baru selesai pada tahun 2010 lalu, dengan jumlah 150 sertifikat yang sudah terbit.

Tersangka melakukan pungutan kepada masyarakat Rp 2 juta per 1 sertifikat, sehingga total dana Rp 156.300.000. Sedangkan untuk anggaran ditahun 2009 sebanyak 273 persil dengan kades IM (yang belum ditahan lantaran tidak hadir dalam persidangan tersebut). yang baru diselesaikan pada tahun 2011 lalu, dengan jumlah sertifikat 171 persil.

Sementara pungutan uang lelah senilai Rp 500 ribu sampai 900 ribu, sedangkan kades meminta kepada masyarakat senilai 1 serifikat Rp 2 juta rupiah. Sehingga anggaran yang terkumpul pada tahun tersebut mencapai Rp 221.200.000.

Kemudian dana tersebut disetorkan kepada EP senilai Rp 52.500.000, lalu untuk masyarakat penghubung senilai Rp 12.000.000, sehingga total uang yang didapat EP Rp 102.500.000, sedangkan total anggaran ditahun 2008 dan 2009 senilai Rp 417.500.000,

Menurut Kajari Kayuagung melalui Kasi Pindus, Eddowan SH dan Kasi Intel Bagas SH, Rabu (20/6), kegiatan ini merupakan bagian dana dari anggaran pendapatan Negara (APBN) melalui DIPA Kanwil BPN sum-sel. Untuk jumlah tahun 2008 sebanyak 1.174 persil.

“Untuk tahun 2009 sebanyak 273 persil, sedangkan 1 persil dananya sebesar 500 ribu dengan alasan untuk biaya pengukuran, seleksi calon pemanfaatan, dan penertiban sertifikat gratis, akan tetapi apabila tanah terkena BPHTB tetap dilakukan pemungutan,” terangnya.

Dalam perkara ini, JPU sudah ditunjuk, sehingga dalam waktu dekat segera dilakukan proses persidangan. Para tersangka diancam dalam pasal 12 huruf a UU no.31 tahun 1999 jo pasal  UU no.21 jo pasal 18 no 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat(1)ke-1 KUHP. Ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, keduannya belum berhasil diwawancarai.

 

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *