Diduga Provokator, Oknum LSM Ditetapkan Tersangka

HL-Jeruji-Barang-Bukti-yang-disita-petugas

Barang Bukti yang disita petugas | Foto : Dok KS

INDERALAYA|KS-Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton, akhirnya, Kepolisian Resort (Polres), Kabupaten Ogan Ilir (OI), menentapkan 9 tersangka dari 13 warga yang diamankan dalam kasus pembakaran Kantor PT Gembala Sriwijaya, di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Inderalaya Utara, Selasa lalu.

Dari 9 tersangka, satu diantaranya diduga sebagai provokator yakni, berinisial SBY, warga Palembang, yang juga berasal dari sebuah Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM), Indonesia Masyarakat Mandani (Indoman).

Oknum LSM tersebut hingga kini belum berhasil diwawancarai lantaran masih terus diperiksa secara intensif.

Kesembilan tersangka itu yakni SYd (60), warga Desa Permata Baru, Kecamatan Indralaya Selatan, Ik (34), AM, (53), AZ (53), MA (17), TH (42), AGS, (29), ZA (36), yang semuannya warga Desa Tanjung Pering, Kecamatan Inderalaya Utara. Serta SBY (45), warga Palembang.

Kasatreskrim AKP Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum Iptu Herli Setiawan, Kamis (20/6), mengatakan, pihaknya menetapkan para tersangka setelah melakukan penyelidikan dan bukti yang cukup kuat.

“Mereka (tersangka –red), sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Barang bukti sudah kita amankan yaitu parang, pisau, ketapel dan bom molotov. Ada 4 warga yang kami lepas karena tidak terbukti,” ujarnya.

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut, lanjut AKP Edi, dapat disimpulkan jika para tersangka sudah mempunyai niat untuk berbuat anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

“Ya jelas, mereka bawa sajam dan lain-lain itu kan sudah terencana. Para tersangka dikenakan bermacam pasal, ada 170, 187 dan UU Darurat karena membawa senjata tajam. Kalau provokatornya kita kenakan pasal 160 KUHP, karena menghasut,” tuturnya.

Disingung peran dari SBY, AKP Edi menelaskan, SBY ditetapkan sebagai tersangka karena dari hasil penyelidikan dan keterangan warga, SBY melakukan provokasi dan menghasut warga untuk bertindak anarkis.

“Memang SBY tidak melakukan tindkan anarkis secara langsung, tapi menurut keretangan warga yang diperiksa, mereka disuruh oleh SBY,” ucapnya.

AKP Edi menambahkan, saat ini pihaknya membentuk tim khusus (Timsus), untuk memburu para terangka lainnya yang identitasnya sudah diketahui. “Kami menghimbau, kepada warga ikut dalam yang melakukan tindakan anarkis berupa pembakaran kantor untuk segera menyerahkan diri. Intinya kami akan buru terus pelaku anarkis,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,   Kantor PT Gembala yang berlokasi di
Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir
dibakar massa warga setempat. Ini buntut dari tuntutan warga Tanjung
Pering yang belum bisa dikabulkan pihak Mapolres Ogan Ilir saat
melakukan unjukrasa, Selasa (18/6). Massa  yang berjumlah ratusan
orang itu  meminta penahanan atas pengusaha kaplingan tanah, Pawi,
warga Palembang, yang diduga melakukan pemukulan terhadap pendamping
warga dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)Indoman, Ogan Ilir.

Teks     : Junaedi Abdillah

Editor  : Imron Supriadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *