Warga Kini Mulai Menjerit

pertamina

Ilst Pertamina \ net

PALEMBANG, KS-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, berdampak terhadap melonjaknya harga kebutuhan pokok. Walaupun harga BBM belum benar naik, namun harga sebagian barang di pasaran sudah merangkak naik. Hal ini di keluhkan dan membuat warga mulai menjerit.

“BBM boleh saja naik, tapi jangan sekarang. Kan sudah mau memasuki bulan puasa. Otomatis kalau BBM naik sekarang, harga juga akan naik,” keluh Eko, salah seorang pegawai di perusahaan swasta yang ada di Kota Palembang ketika dibincangi Kabar Sumatera, Rabu (19/6) di salah satu SPBU di kawasan Jalan R. Soekamto, Palembang.

Menurut Eko, kenaikan BBM saat ini sangat tidak tepat waktunya. Karena menurutnya, semua lapisan masyarakat, bukan hanya yang ada di Kota Palembang tetapi juga di daerah lainnya akan merasakan efek kenaikan BBM tersebut.

“Saya, ada teman di daerah Musi Banyuasin. Disana, saat ini harga BBM eceran mencapai harga Rp9.000 per liternya. Bagaimana jika sudah dinaikkan satu atau dua hari kedepan, pasti harganya lebih tinggi,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan warga lainnya, Nissa. Ibu dua orang anak yang tinggal di Perumnas Sako Kenten ini sangat mengeluhkan kenaikan harga BBM subsidi tersebut.

Namun sebagai warga biasa menurutnya, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima keputusan tersebut. “Harusnya, harga BBM jangan dinaikkan sekarang. Kalau mau naik, setelah lebaran nanti bukan sekarang,” ungkapnya.

Saat ini saja sambungnya, harga sejumlah kebutuhan dapur di pasar tradisional sudah naik. Cabai merah keriting misalnya kata Nissa,  jika biasanya di jual dengan harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram (kg) sekarang menjadi Rp38 ribu sampai Rp50 ribu perkg nya.

Kenaikan ini juga sudah terjadi dengan kebutuhan lainnya sepert telur, beras, sayur mayur dan banyak lagi yang lainnya.

“Harga BBM belum resmi naik saja, harga kebutuhan lainnya sudah naik. Bagaimana kalau benar-benar sudah naik, pasti harganya bakal lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Sementara warga lainnya Yulis mengatakan, keputusan yang diambil pemerintah terhadap kenaikan BBM ini semakin memberatkan dan menurunkan daya beli masyarakat. Waktu yang diambil sekarang menurutnya, bukanlah waktu yang tepat.

“Kenaikan BBM sangat meresahkan kami sebagai warga, kami mengharapkan pemerintah bisa mengatasi masalah ini, yakni dengan cara memperhatikan keluhan warga,”keluh warga Kertapati ini.

Teks      : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *