PNPM Bidik Infrastruktur Ekonomi

pnpm

PALEMBANG, KS-Program Nasional Pembangunan Mandiri (PNPM), selama ini lebih fokus pada pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan setapak, dan gorong-gorong di perkampungan. Kedepan itu, tidak akan dilakukan lagi.

“Kedepan kita berencana akan membangun lebih mengarah ke ekonomi, seperti membangun lapak dan kios. Itu yang menjadi perhatian kita nanti,”terang Koordinator PNPM Kota Palembang, Akmad Yudi dalam sosialisasi PNPM di Hotel Maxone, Rabu (19/6).

Meskipun hal itu dalam ruang yang kecil tetapi sambung Yudi, hal itu juga menunjang kepentingan masyarakat. Menurutnya, setelah pihaknya menyelesaikan kegiatan yang sifatnya pembangunan kecil, mereka akan mencoba mengarahkan masyarakat ntuk memberikan model infrastruktur lain, selain pembuatan jalan dan saluran air atau drainase.

“Salah satunya dengan pembangunan pasar tradisional, atau kios. Namun, yang menjadi hambatan kami, ketika akan membangun model bangunan seperti itu, adalah ketersediaan lahan. Sementara dana PNPM sendiri, tidak bisa digunakan untuk pembebasan lahan,”terangnya.

Sambung Yudi, di 2013 program yang telah masuk anggaran yakni saluran air, selain itu, ada juga kegiatan sosial yang di masukkan, seperti Posyandu. Yudi menyebut total anggaran untuk PNPM di Kota Palembang sebesar Rp20 miliar.

“Dana tersebut berasal dari APBN sebesar Rp19 miliar, dan Rp1 miliar dari APBD, dana tersebut sudah disalurkan untuk 106 kelurahan di 16 kecamatan di Palembang yang ada di Kota Palembang. Setiap kelurahan menerima dana tersebut paling kecil Rp75 juta, dan paling besar Rp300 juta,”katanya.

Sementara itu pejabat pembuat komitmen P3M PNPM Dinas PU Cipta Karya, Ahmad Zulkarnain mengatakan, berdasarkan data secara keseluruhan total anggaran PNPM di Sumsel sebesar Rp35 miliar.

Dana itu, dibagi untuk tujuh kabupaten dan kota yang ada di Sumsel diantaranya Palembang, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Prabumulih, OKI dan daerah lainnya. “Dari evaluasi yang di lakukan, tidak ada kabupaten/kota yang disebut baik atau bagus, yang ada hanya mandiri, atau berdaya. Untuk berdaya kita sudah mencapai 100 persen, artinya sudah melakukan dengan baik, untuk mandiri baru 30 persen,”tukasnya.

Teks      : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *