Kajari Banyuasin Berhasil Kembalikan Rp 6 Milyar Hasil Korupsi

BANYUASIN|KS – Kekajsaan Negeri Banyuasin terhitung sejak tahun 2010 hingga tahun 2013 berhasil mengembalikan uang hasil koruptor di Kabupaten Banyuasin sebesar Rp 6 Miliar kepada kas daerah dan kas negara.

“Ya, kita sudah berhasil mengembalikan uang negara sebesar  Rp 6 Milyar, masing-masing ke kas daerah 3,8 Milyar dan kas Negara Rp 2,2 M. Dana tersebut dari 5 kasus.” kata Kajari Banyuasin, Suwito usai acara pisah sambut kapolres Banyuasin dirumah dinas Bupati Banyuasin, kemarin.

Namun pihaknya tidak bisa merincikan satu persatu. “Saya lupa tapi seingat saya uang itu dari 5 kasus korupsi yang telah ditanganinya,” ungkap Suwito.

Sambungnya, ada salah satu kasus lagi yang tersangkannya akan mengembalikan ke kas daerah. “Satu lagi tersangka rencananya akan melunasi ke kurangannya pada minggu depan,” ujarnya.

Suwito mengungkapkan, salah satu kasus korupsi di Banyuasin yang mengembalikan uangnya antara lain H Basir, Kadis PU CK Yulius Cesar, dan beberapa orang lainnya.

Untuk korupsi H basir, lanjut Suwito, modusnya adalah meminjam uang ke Dinas Koperasi Pusat untuk anggota koperasi, guna mendirikan kebun plasma di Banyuasin, namun ternyata uang tersebut tidak sampai kepada anggota koperasi. “Dari H Basir kita sita secara paksa uang sebesar Rp 1 Milyar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sejak kasus dugaan korupsi sarana air bersih tahun 2007 saat ini ditingkatkan statusnya dari penyelidikan (lid) menjadi penyidikan (dik), berdasarkan surat perintah (Sprint) Kajari No : Print 66/N.6.19.6/Fd/I/10/2010 tanggal 21 Oktober 2010, pemeriksaan saksi – saksi terus dipertajam.

Sejumlah saksi kasus korupsi proyek senilai Rp 16.326.768.000 dari dana APBD sebesar 14.166.089.000 ditambah dengan dana addendum (tambahan, red) lebih kurang sebesar Rp 2.160.679.000, telah diperiksa.

Mereka adalah Mantan Kepala Dinas PU Cipta Karta Ir Yulius Caesar dan Ir Dadang Sukomdi, Kepala Dinas PU Cipta Karya Ir K Zulkarnain, Panitia Pengadaan Drs Bustaman, Pejabat Pembuat Teknis Kebijakan (PPTK) Fauzan Hamzah dan Alamsyah dan M Roni Kadir pengawas.

Selain dari Dinas PU Cipta Karya, sejumlah nama dari rekanan PT Citra Abadi Murni pun telah diperiksa, yaitu Bahrin Pastin Kuasa Direktur PT Citra Abadi Murni

Kejanggalan yang ditemukan, pada titik pembuatan jembatan pipa. Dalam Draft dari dana yang telah disediakan,  harus dibuat 10 titik jembatan meliputi galian tanah, perbaikan kembali dan aksesoris, kemudian ditambah dana addendum sebanyak 17 titik.

Mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Ir Yulius Caesar sendiri hingga berita ini dibuat tidak bias dihubungi, nomor Hp yang dimilikinya tidak dalam posisi aktif. Padahal, sejak diturunkan jabatannya dari Kepala Dinas, Yulius masih terdaftar sebagai PNS pada staff Setda Banyuasin.

Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku. Artinya, jika memang terbukti anak buahnya melakukan tindak pidana korupsi seperti yang dituduhkan, pihaknya tidak akan menghalangi.

“Kalau memang terbukti, silahkan proses sesuai hukum yang berlaku, kalau tidak, tentunya harus dikembalikan nama baik mereka. Intinya, saya mendukung proses hukum yang berlaku di Negara ini,“ tandasnya.

 

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *