BBM BELUM NAIK, WARGA SUDAH PANIK

bbm-naik

Ilst.

KAYU AGUNG,KS- Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kunci dalam kehidupan ini, BBM juga merupakan kebutuhan yang mendasar di setiap kebutuhan manusia, oleh karena itu jika BBM naik secara otomatis seluruh barang atau apapun akan ikut naik.

Berkaca kepada bakal dinaikannnya BBM oleh pemerintah dan perubahan anggaran pendapatan belanja Negara (APBN) yang sempat dibahas beberapa waktu lalu dalam sidang paripurna DPR RI beberapa hari lalu, ternyata membuat sebagian masyarakat OKI khususnya mengalami kepanikan.

Paasalnya warga mungkin khawatir tingkat kebutuhan dalam kehidupan makin meningkat.

Pantauan kabar sumatera dilapangan, sejak akan dinaikannnya harga BBM pada tahun 2013 ini, BBM di Kabupaten OKI makin sulit. Ini terbukti dimana salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Muara Baru OKI selalu kosong. Yang lebih parah lagi maraknya para pengecer BBM di Kabupaten OKI yang kiat meningkat jumlahnya.

Sundari, warga Kayuagung OKI, mengatakan kelangkaan BBM di OKI sudah lama terjadi. Menurut Sundari, di SPBU Muara Baru walaupun antrian, BBM selalu ada. “Tapi, sejak ada rencana kenaikan BBM, SPBU Muara Baru sering kosong,” keluhnya.

Ia mengaku lebih sering membeli di eceran karena jumlah eceran BBM di Kayuagung makin meningkat. “Ya, dari pada nunggu yang tidak pasti mendingan yang di depan mata saja, walaupun berat harus membeli dengan harga Rp 7000 perliter,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengecer BBM yang namanya tidak mau disebutkan, jika BBM yang dibeli dari tangan kedua, bukan dari SPBU langsung. “Saya beli memang tangan kedua jadi bukan beli pom bensin, ya, wajar saja saya jual Rp 7.000 perliter, karena saya ambil Rp 6.000 perliter,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah cepat mengambil keputusan, naik atau tetap harga BBM, karena jika lama-lama takut berdampak terhadap penimbunan BBM oleh para oknum tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. “Bukan hanya mahal harganya bahkan dapat berdampak kelangkaan BBM tersebut,” harapnya.

Teks     : Emil Hidayat

Editor  : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *