Petani Pulau Rimau Mengeluh

kepala-dinas-pertanian-dan-peternakan-banyuasin-Madian

Madian ( KADIN Pertanian dan Peternakan Banyuasin)

BANYUASIN/KSPetani Desa Sumber Rejo Primer I Kecamatan Pulau Rimau mengeluh, lantaran harga pupuk subsidi di daerah itu  melambung tinggi hingga Rp 150 ribu lebih, karena untuk mendapat pupuk urea subsidi para petani, selain harus membayar uang Rp90 ribu per karung, masih dipungut biaya sebesar Rp56 Ribu per karungnya.

Salah seorang warga setempat ber inisial YN mengatakan bahwa dari keterangan salah satu oknum  uang sebesar 56 ribu  yang dipungut dari petani itu untuk ongkos

“Pungutan tersebut dilakukan oleh Gapoktan di Desanya berinisial Pa, uang Rp 56 ribu tersebut digunakan untuk biaya angkut pupuk dari Pangkalan Balai ke desa Sumber Rejo. Padahal setahu saya pupuk subsidi harganya 90 ribu, ” kata YN Kemarin Selasa (18/6).

Ia mengaku bahwa dirinya juga dipungut biaya sebesar Rp 56 Ribu per Karungnya. Namun Ironisnya. sampai saat ini pupuk yang dibeli oleh para petani itu belum juga sampai, sementara saat ini  sudah saatnya pemupukan pertama “sampai saat ini pupuknya pun belum sampai mas” ungkapnya

Dikatakannya bahwa ada sekitar 400 petani di desanya yang mengusulkan tanam IP 200 (tanam 2 X) untuk mendukung program swasembada beras di Kabupaten Banyuasin, akan tetapi dilapangan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi di Pulau Rimau menjadi ganjalan tersendiri bagi petani.

Menurutnya bahwa, para Petani tersebut belum tahu mengenai siapa yang memungutnya, apakah pungutan tersebut diperintahkan dari dinas pertanian ataukah pungutan itu ilegal?

Sementara Kepala Dinas petanian dan peternakan Kabupaten Banyuasin Ir Madian MSI saat dikonfirmasi dikantotnya kemarin (18/06) membantah bahwa  yang melakukan pungutan tersebut adalah dari Dinas pertanian” kami tidak pernah memerintahkan staf atau bawahan melakukan pungutan seperti yang dilaporkan petani Desa Sumber Rejo tersebu” tegasnya.

Kalau benar apa yang dilaporkan warga Sumber Rejo itu, kata Kepala Dinas maka pungutan itu bukan dilakukan oleh Distanak. “Saya persilahkan kalau ada staf atau bawahan saya yang memungut biaya pupuk Subsidi rp 56 Ribu per karung laporkan oknum itu ke Polisi, tapi cros cek lagi mungkin itu dilakukan oleh kelompok tani, untuk mereka

juga, karna. bisa saja Pungutan itu dilakukan oleh sesama anggota kelompok tani berdasarkan kesepakatan anggotanya sendiri” ulasnya

Tapi kalau memang  ada petugas atau UPTD Distanak atau PPL Pertanian meminta dana itu berarti menyalahi aturan, “Kami selaku komisi pengawasan Pupuk (KP3) kabupaten Banyuasin akan segera turun kelapangan memeriksa kebenaran laporan petani tersebut, terimakasih atas infoirmasinya ,” kata Madian sembari menambahkan bahwa

Tahun ini Distanak ada program IP 200 sekabupaten banyuasin salah satunya di Desa Sumber Rejo seluas 400 Ha, dan untuk penyaluran pupuk sampai dengan saat ini baru terserap sebesar 15 persen.

Teks     : Diding Karnadi

Editor : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *