Momentum Kebangkitan SFC

SFC-latihan

Skuad SFC Sedang Latihan di Stadion Jakabaring Palembang | Foto : Bagus KS

PALEMBANG | KS-Kembali bertanding di kandang saat menjamu Gresik United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Rabu (19/6) sore ini, pukul 15.30 WIB, Sriwijaya FC (SFC) siap bangkit demi menuai hasil positif.

Setelah pada empat partai sebelumnya selalu tampil di kandang lawan, dan menuai hasil buruk di partai terakhir kala ditaklukkan Persib Bandung 0-4, Sabtu (15/6) lalu, pelatih SFC, Kas Hartadi menyebut jika inilah saatnya Ponaryo Astaman Cs untuk segera bangkit dari keterpurukan.

“Menghadapi Gresik United di kandang, target kita jelas tiga poin. Sebab ini akan sangat penting sebagai momentum kebangkitan yang sempat menuai kekalahan telak di laga terakhir,” kata Kas Hartadi.

Menurut arsitek asal Solo, jika mampu mengamankan tiga poin atas skuad besutan pelatih Widodo Cahyono Putra, tidak hanya sekedar mengembalikan moral bertandingan anak asuhnya ke trek kemenangan, namun lebih dari itu SFC juga dapat kembali menekan sang rival, Persib Bandung di peringkat tiga maupun Arema Cronous di posisi kedua.

Khusus untuk Persib, bahkan SFC dapat langsung mengkudenya. Mengingat klub berjuluk Maung Bandung yang mengoleksi 47 poin dari 24 pertandingan hanya unggul dua poin dari SFC yang tepat berada di bawahnya dari jumlah satu pertandingan lebih sedikit.

Artinya, jika klub berkostum kuning-kuning dapat menjinakkan Shohei Matsunaga Cs, maka sudah pasti Persib bakal kembali tergeser ke posisi empat. Sedangkan SFC merangsek kembali ke posisi semula, tiga klasemen.

Sekaligus mengintip peluang segera menyalip Arema Cronous yang di laga terakhir hanya meraih hasil seri. Dengan Arema mengoleksi 50 poin dari 25 laga, besar kemungkinan klub asal Malang bakal tergeser andai SFC menang melawan Gresik dan dipertemuan kedua tim pada Minggu (23/6) mendatang, juga dimenangkan SFC.

“Banyak keuntungan yang kita dapat jika mampu mengalahkan Gresik United. Selain moral para pemain kembali meningkat, kita juga dapat memberi tekanan kembali bagi para pesaing untuk memperebutkan posisi runner up,” ujar mantan pelatih Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) Muba.

Berdasarkan head to head antara SFC melawan Gresik, seharusnya kemenangan bukanlah hal yang sulit untuk dipetik. Dengan sejarah mencatat di tiga pertemuan kedua tim selalu dimenangkan SFC, membuktikan kedigdayaan juara bertahan kompetisi Indonesia Super League (ISL) atas Gresik.

Terlebih dua di antara pertemuan itu, dimainkan di kandang lawan. Dengan hitungan di atas kertas jika di kandang lawan saja SFC dapat menang, maka bukanlah hal mustahil di kandang sendiri tidak akan menemukan kendala berarti untuk menuai poin penuh.

Meski demikian, Kas tidak sepakat jika akan semudah itu timnya dapat mengandaskan Gresik. Dengan fakta sejarah tidak bisa memastikan hasil, Gresik juga sedang dibalut kepercayaan diri tinggi usai menahan imbang Arema di kandang lawan.

Apalagi pada pertandingan nanti SFC tidak akan diperkuat Tantan. Bomber oncak yang sejauh ini telah mengoleksi delapan gol plus tujuh assist. Jelas ini akan menghambat keinginan timnya menang, meskipun di satu sisi Boakay Eddie Foday sudah dapat diturunkan.

“Pastinya kita tidak ingin menganggap remeh Gresik. Mereka sedang bangkit dan tentunya memiliki motivasi tinggi ketika sedang berada pada kepercayaan diri tinggi,” tegas Kas.

Sementara Pelatih Gresik United, Widodo Cahyono Putra juga memiliki hasrat juga untuk mengalahkan SFC. Dengan timnya yang memiliki kekuatan merata, Widodo mengaku bukan hal yang mustahil dapat mempermalukan tuan rumah.

“Tentu kita optimis bisa curi poin karena ini tidak ada yang tidak mungkin di dalam sepakbola. Untuk berapa gol yang akan disarangkan ke SFC, kita lihat saja nanti, karena bisa saja SFC menang, atau Gresik yang menang. Skor tidak penting, yang penting bisa meraih poin dari lawan,” kata Widodo.

Sebagai keep player yang wajib diperhatikan di kubu tim lawan, Widodo mengungkapkan jika tidak ada yang khusus. Baginya semua punggawa SFC memiliki potensi membahayakan, termasuk pemain bertahan sekalipun.

Meski tanpa tantan sekalipu, Widodo menilai tak akan mengurangi kekuatan SFC karena masih ada pemain lainnya, seperti Ramdhani Lestaluhu, Herman Dzumafo Epandi, Boakay Edi Foday maupun Erick Weeks Lewis.

“Tidak ada Tantan, bukan berarti kita beruntung karena dalam sepak bola bukan perorangan, melainkan tim dan sistem. selain pemain depan, tentu disitu ada pemain-pemain yang berpengalaman seperti Ponaryo Astaman, Abdul Rahman, Ahmad Jufrianto, dan juga Fery,” ungkapnya.


Prakiraan Line up

Sriwijaya FC (4-2-3-1): 33. Rivky Mokodompit; 23. Fandy Mochtar, 35. Lee Dong-Won, 28. Abdul Rahman, 24. Mahyadi Panggabean; 13. Ahmad Jufrianto, 11. Ponaryo Astaman (c); 7. Ramdani Lestaluhu, 50. Erick Weeks Lewis, 20. Khoirul Huda; 99. Herman Dzumafo Epandi
Pelatih: Kas Hartadi

Gresik United (4-4-2): 25. Agung Prasetyo; 3. Lan Bastian Balastas, 19. Ambrizal, 55. Sasa Zecevic, 22. Supandi; 13. Diogo Rangel Santos, 11. Agus Indra, 10. Gustavo Chena (c), 88. Siswanto; 18. Shohei Matsunaga, 14. Riski Novriansyah
Pelatih: Widodo C. Putro
Head to Head

ISL (01/03/13) Gresik United 3-4 Sriwijaya FC
ISL (10/06/12) Gresik United 1-5 Sriwijaya FC
ISL (12/01/12) Sriwijaya FC 3-0 Gresik United
Lima Pertandingan Terakhir Sriwijaya FC

ISL (15/06/13) Persib 4-0 Sriwijaya FC
ISL (10/06/13) Persita 2-4 Sriwijaya FC
ISL (27/05/13) Persipura 3-0 Sriwijaya FC
ISL (24/05/13) Persiwa 0-1 Sriwijaya FC
ISL (16/05/13) Sriwijaya FC 1-1 Persidafon
Lima Pertandingan Terakhir Gresik United

ISL (14/06/13) Arema 1-1 Gresik United
ISL (03/06/13) Gresik United 2-1 Persib
ISL (30/05/13) Gresik United 0-2 Persita
ISL (26/05/13) Persela 1-1 Gresik United
ISL (23/05/13) Persepam 1-1 Gresik United
TEKS: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *