Dua Pengusaha Properti Ditangkap

ilustrasi-borgolPALEMBANG, KS – Setelah beberapa menjadi buronan, dua orang pengusaha properti, akhirnya Senin (17/6) ditangkap aparat Direktorat Reskrim Umum Polda Sumsel, lantaran telah melakukan penipuan dalam pembuatan sebuah apartemen di Palembang.

Kedua pengusaha properti itu bernama Hartono Gunawan warga Jalan Sari ibun, No 14, RT 7 RW 14, Kelurahan Barang Siang, Bogor Timur, Provinsi Jawa Barat, selaku Direktur Utama PT Sukses Bersama Center Poin dan Vendi Vetrus Yong Vendi Komplek Meteor Garden, No 1711, RT 24 RW 28, Kelurahan Sungai Pangeran, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

Penangkapan terhadap dua pengusaha properti itu berdasarkan laporan dari rekan binsis keduanya bernama HM Muhdi Abubakar (49), warga Jalan Veteran, Komplek Permata Merak, Blok B3, RT 3 RW 7, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan IT II Palembang.

Tak tanggung-tanggung, korban Muhdi melaporkan aksi penipuan yang dilakukan kedua pengusaha properti itu ke Bareskrim Mabes Polri dengan laporan Polisii bernomor LP/649/VIII/2012/Bareskrim.

Dalam laporannya, korban Muhdi menceritakan aksi penipuan itu terjadi pada November 2011 lalu diantara Palembang dan Jakarta. Dimana saat itu terjadi kesepakatan pembangunan sebuah apartemen di Kota Palembang.

Kuasa hukum korban Muhdi bernama Ahmad Marhen SP SH mengatakan, kliennya berkenalan dengan kedua terrsangka sekitar 2010 lalu. Kemudian mereka mengadakan kerjsama karena sama-sama pekerjaan mereka di bidang properti.

Lalu tersangka Hartono meminjam uang ke kliennya sebesar Rp1,38 miliar dengan alasan untuk mengurusi pembangunan apartemen itu. Tak hanya itu, tersangka Vendi juga memiinjam uang dengan kliennya sebesar Rp728 juta. Sehinga total uang yang dipinjam keduanya mencapai Rp2,1 miliar.

“Tapi setelah uang itu diberikan, ternyata proyek properti itu tidak juga dilaksanakan. Kemudian klien saya sempat menagihnya ke tersangkan, tapi selalu diijawab nanti dan tunggu waktu bahkan mengelak,” ucap Ahmad Marhen saat ditemui, kemarin (18/6).

Lantaran terus di desak kliennya, lanjut Ahmad, tersangka Vendi sempat membayarnya dengan menggunakan Giro BCA sebanyak empat lembar atas nama PT Sukses Bersama Center Poin. Namun, saat hendak dicairkan ternyata didalam rekening giro itu tidak ada dananya.

“Sebelumnya tersangka Hartono juga pernah membayar memakai 10 giro Mandiri, tapi dana didalam rekening itu juga tidak cukup. Klien saya terus menagih dengan cara baik-baik, tapi kedua tersangka terus saja berkelit,” terangnya.

Melihat tidak ada itikad baik dari kedua tersangka, bebernya, lalu pad Januari 2013 lalu, kliennya melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri. Lalu berkas perkara tersebut di limpahkan ke unit PPA Dit Reskrimum Polda Sumsel.

“Penyidik sempat melakukan pemeriksaan, tapi dua tersangka tidak datang-datang walaupun sudah tiga kali berturut-turut dipanggil. Malah penyidik sempat ingin mengeluarkan Daftar Pencariann Orang (DPO). Tapi, belum sempat DPO ditanda tangani kedua tersangka datang, dan langsung ditangkap penyidik,” beber Ahmad.

Selanjutnya, penyidik melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan terkait kasus kedua tersangka, dan ternyata kasus kedua tersangka telah dinyatakan P21 oleh pihak Kejaksaan. “Jadi sekarang keduanya sudah resmi ditahan di Rutan Pakjo, sambil menunggu persidangan,” jelas Ahmad.

Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP R Djarod Padakova SIk membenarkan jika pihaknya telah mengamankan kedua tersangka, lalu diserahkan ke pihak kejaksaan karena berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap. “Saat ini tersangka sudah diamankan oleh pihak Kejaksaan di dalam Rutan Pakjo Palembang,” tukas Djarod.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *