Nilai Transaksi Ditargetkan Rp2 M

PALEMBANG | KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, kembali menggelar event tahunan, Palembang Expo. Kegiatan itu, digelar sejak 14 Juli lalu sampai 17 Juli mendatang di Sriwijaya Promotion Center (SPC).

Selain Palembang Expo, untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang tersebut juga digelar Pameran Pangan Nusantara (PPN) di plaza Benteng Kuto Besak (BKB).

Dari kedua event ini menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, Ibnu Rohim, ditargetkan transaksi yang terjadi mencapai Rp2 miliar.

“Kita yakin, target itu bisa tercapai. Kita ingin ada transaksi berkelanjutan dari Palembang Expo ini. Karena itu, momen ini bisa dimanfaatkan bekerja sama dengan daerah lain,” ujarnya, kemarin di sela pembukaan Palembang Expo.

“Untuk menarik pengunjung datang ke Palembang Expo, berbagai perbaikan kita laksanakan seperti manajemen parkir. Tahun lalu banyak pengunjung yang mengeluhkan tarif parkir, yang ditarik hingga dua kali. Ini mengakibatkan pengunjung jadi malas datang,” jelasnya seraya menerangkan Palembang Expo kali ini diikuti 130 usaha kecil dan menengah (UKM) dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sementara itu pantauan Kabar Sumatera, pelaksanaan Palembang Expo 2013 dipadati warga Palembang dari sejumlah kalangan. Padatnya jumlah pengunjung ini, bisa dilihat dari hasil jual tiket parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang.

“Sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, sudah enam ribu lembar tiket yang terjual untuk kendaraan roda dua. Sedangkan dari kendaraan roda empat, ada ratusan tiket,” kata salah seorang petugas Dishub Kota Palembang.

Namun menurutnya, banyaknya tiket parkir yang terjual itu tidak bisa dijadikan patokan jumlah pengunjung. “Yang jelas untuk jumlah pengunjungnya, tentunya jauh lebih banyak dari jumlah kendaraan. Belum lagi ditambah pengunjung yang berjalan kaki dan memarkirkan kendaraannya di tempat-tempat bebas parkir,” terangnya.

Parkir Mahal

Sementara sejumlah pengujung yang ditemui di area Palembang Expo mengaku kesal dan keberatan dengan tarif parkir yang diterapkan pengelolah Palembang Expo.

“Untuk tarif parkir sepeda motor ditarik Rp3000, sedangkan mobil Rp6000. Sepertinya acara ini bukan untuk rakyat, justru jadi ajang bisnis bagi pemerintah,” keluh Ayu, warga Kertapati

Kekesalan yang sama juga diungkapkan Anis. Ia menyebut, tarif parkir yang dikenakan kepada pengunjung, terlalu besar dan sangat memberatkan.

“Bayangkan, kalau sempat ada enam ribu sepeda motor yang parkir dan di kenai biaya sebesar itu. belum lagi ditambah mobil. Berapa jumlahnya, dan di kemanakan uangnya,” tanyanya.

Sementara Melia, warga dari Kabupaten Ogan Ilir (OI),  menyayangkan adanya pungutan parkir sebesar itu. “Padahal kawasan parkir kendaraan ini berada di atas lahan milik pemerintah. Seharusnya ini gratis,” ungkapnya.

Teks    : Jadid Ulul Albab

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *