Disidik : Ada Pungli, Kita Tindak Tegas

waspada.co.id

Ilst. | waspada.co.id

BANYUASIN/KS-Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin akan memberikan sangsi tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan pungli pada saat penerimaan siswa baru nanti

“Kita tidak segan-segan menindaknya bila memang ada laporan secara tertulis, tentunya ada barang bukti. Bila memang ada oknum guru atau kepala sekolah melakukan praktek pungutan liar (pungli) maka akan berurusan dengan kita,” ujar pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Merki Bakri, S.pd. MM, kemarin

Menurut Merki, pihaknya mengecam oknum guru yang memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi pada saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pembelajaran 2013/2014.

“Bila memang terbukti ada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), honorer komite maupun guru TPJP melakukan pungutan pada peserta didik baru maka akan mendapat sanksi sesuai dengan aturan berlaku,” tegasnya.

Dia mengharapkan pada orang tua siswa untuk proaktif melaporkan ke dinas pendidikan bila memang dipungut oleh oknum guru untuk mencari keuntungan pribadi. Sehingga oknum guru tersebut ditindak dan selanjutnya akan diproses sesuai dengan kesalahannya.

“Kita meminta kepala kepala sekolah agar tetap melakukan seleksi calon siswa secara transparan jangan sampai ada Pungli di belakang layar, karena perbuatan tersebut sama sekali tidak mendidik, bahkan akan merusak nama sekolah sendiri,” jelas Merki.

Disisi lain Merki menjelaskan, sekolah tidak boleh melakukan pungutan liar, sebab panerimaan siswa baru sudah diatur dalam anggaran sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Sekolah Gratis.

Terhadap siswa yang sudah lulus juga jangan dilakukan pungutan, terutama saat siswa akan mengambil ijazah. Sebab tidak ada istilah biaya penebusan ijazah. Bila memang ada sekolah melakukan pungli dalam bentuk apapun makan segera laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin beserta barang bukti.

“Guru atau kepala sekolah serta unsur dinas pendidikan lainnya yang melakukan pungutan akan ditindak tegas, sebab jasa mereka sudah dibayar oleh negera untuk melakukan tugas,” pungkasnya

Berdasarkan pemantauan di lapangan sejumlah sekolah baik setingkat Sekolah Dasar Negeri (Sdekolah Menengah Pertama Negegri (SMPN) maupun Sekolah Menengah Atas Negegri (SMAN) sederajat mulai melakukan seleksi penerimaan siswa baru.

Kesempatan tersebut diduga sering dimanfaatkan oleh oknum guru atau kepala sekolah untuk melakukan Pungli terhadap calon siswa baru yang mau lulus seleksi PPDB melalui jalan pintas.

Seperti tahun lalu, pungli cukup marak dilakukan oleh oknum guru terhadap calon siswa baru. Pungutan dilakukan sangat pariatif berkisar Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta khusus untuk sekolah lanjutan.

Teks       : Diding Karnadi

Editor   : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *