BMKG: Wilayah Sumsel Masih Terdapat Hujan

bmkg

BMKG

PALEMBANG, KS-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatea Selatan menyatakan pada awal musim kemarau Juni 2013, wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa ini masih terdapat hujan meskipun intensitas curah hujannya ringan.

“Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, hari ini terdapat lima kota berpotensi diguyur hujan ringan sementara 10 kota lainnya diprakirakan berawan,” kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Jumat.

Menurutnya, kelima kota yang diprakirakan berpotensi hujan ringan yakni Palembang, Pagaralam, Tebingtinggi, Muara Enim,  dan Musi Rawas.

Kemudian 10 kota Sumsel lainnya yang kondisi cuacanya berawan yakni Kota Indralaya, Kayu Agung, Prabumulih, Lubuklinggau, Baturaja, Lahat, Sekayu, Pangkalanbalai, Martapura, dan Muaradua.
Kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 24 hingga 33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 60 hingga 97 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju selatan kecuali Kota Tebintinggi dan Musi Rawas arah angin daerah ini menuju barat daya.

Sedangkan kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 24 hingga 33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 58 hingga 95 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju selatan, kecuali  Kota Lubuklinggau, Sekayu, Pangkalanbalai arah angin daerah ini menuju barat daya, ujarnya.

Dijelaskannya, wilayah provinsi yang memiliki 15 kabupaten kota ini, pada Juni 2013 mulai memasuki musim kemarau, namun diprakirakan masih terdapat cukup banyak hujan atau sering disebut kemarau basah.

“Kemarau basah disebabkan karena terjadi fenomena la nina lemah dan dipole mode negatif serta hangatnya temperatur perairan Indonesia yang menyebabkan masih tersedianya uap air,” katanya.
Menurutnya, dalam kondisi kemarau basah tahun ini, kemungkinan terjadinya titik api atau “hot spot” kecil, namun harus tetap diwaspadai.

Dengan kewaspadaan yang tinggi diharapkan pada musim kemarau tahun ini bisa dihindari atau paling tidak diminilasir timbulnya masalah kebakaran hutan dan lahan pertanian atau perkebunan serta kabut asap seperti tahun 2012, kata Indra.

Teks    : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *