Harga Sembako Dijamin Stabil

Harga-Sembako-Dijamin-Stabil

Ilst.

PALEMBANG, KS-Menjelang bulan suci Ramadhan, pemerintah berencana akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kenaikan itu, diprakirakan akan berdampak pada kenaikan harga sembilan kebutuhan bahan pokok (sembako).

Namun Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menjamin harga-harga tersebut akan tetap stabil. Tidak hanya harga, pasokan sembako pun diyakinkannya tetap stabil. “Stok sembako, seperti bawang, cabai, tomat, ayam, telur dan lainnya masih cukup. Harganya juga masih stabil, namun untuk daging masih menjadi perhatian kita,” kata Gita yang dibincangi saat pameran pangan nusa dan kerajinan produk dalam negeri regional, Jumat (14/6) di plaza Benteng Kuto Besak (BKB).

Gita menjelaskan, untuk menstabilkan harga daging, pemerintah  akan segera meningkatkan pasokan. Dengan banyaknya pasokan, diharapkan hal itu mampu menurunkan harga daging, yang selama ini melambung tinggi.

Kementrian Perdagangan sambungnya, akan berkomunikasi dengan Kementrian Pertanian untuk membicarakan pasokan daging tersebut. “Kami akan berkomunikasi dengan Kementrian Pertanian, ini semua dilakukan untuk menekan angka kenaikan harga menjelang ramadhan yang sudah di depan mata,”terangnya.

Untuk kebutuhan lain, seperti ayam, minyak sayur, telur, gula, kedelai, dan beras, Gita menjamin stok yang tersedia saat ini mencukupi sepanjang bulan ramadhan. “Harga barang relatif normal dan terkendali. Memang harga cabai tergolong naik, tetapi. kenaikan yang terjadi hanya dibeberapa titik tertentu,”jelasnya.

Dengan adanya kenaikan suku bunga yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia, Gita telah berkomitmen akan menjaga nilai tukar rupiah. Selain itu, pihaknya juga berusaha menjaga harga barang agar tetap stabil. “Kami berharap ini tidak berdampak pada produk pangan. Karena langkah-langkah moneter telah diambil pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pedagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang,  Yustianus menyebut, harga beras berbagai jenis di pasar tradisional di Kota Palembang, sejak tiga hari belakangan sudah mulai naik. Kenaikannya, berkisar 1,3 persen dari harga sebelumnya.

Kenaikan tersebut menurut, karena disinyalir adanya rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Ia menjelaskan, kenaikan tersebut umumnya terjadi pada beras dalam kemasan 20 kilogram (kg).  “Kenaikan beras ini, sudah lebih kurang tiga hari. Kenaikannya antara Rp3.000-Rp4.000,” jelas Yustinus saat dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (14/6).

Selain akibat rencana kenaikan BBM subsidi, kenaikan beras juga disebabakan sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. “Pengalaman kami dari tahun sebelumnya, ketika menjelang Ramadhan semua kebutuhan pokok akan naik, bukan hanya beras,”terangnya.

Langkah apa yang akan diambil Disperindagkop, terhadap kenaikan harga beras ini ?, Yustinus menyebut, Disperindagkop belum akan mengambil tindakan terhadap kenaikan tersebut. Alasannya, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Jika kenaikannya sudah tidak wajar lagi, Disperindagkop baru akan melakukan operasi pasar (OP).

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *