Fokus Disiplin Perlini

sfc-latihan

Ilst. SFC Latihan | Dok KS

BANDUNG | KS-Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi mengungkapkan jika disiplin perlini merupakan fokus utama skuad asuhannya, kala menjalani pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (15/6) sore ini.

Sebab, dalam merealisasikan target mencuri satu angka yang sebelumnya dicanangkan menghadapi salah satu pesaing memperebutkan titel juara ISL musim ini, Kas sadar betul, jika salah satu caranya yakni menjaga konsentrasi selama 90 menit penuh. Meminimalisir sekecil apapun kesalahan yang dapat berakibat fatal.

“Selama 90 menit pertandingan, kapanpun Persib dapat memberi hukuman jika SFC bermain ceroboh. Untuk itu, fokus utama kita yakni disiplin perlini sebelum wasit meniup peluit panjang,” ungkap Kas.

Diterangkan Kas, disiplin perlini yang dia sebut dalam hal ini adalah Laskar Wong Kito harus sesegera mungkin memutus rantai serangan bergelombang yang kemungkinan bakal diterapkan pelatih tim lawan, Djadjang Nurdjaman. Karenanya, ketika pemain bertahan lawan merampas bola dari pemain depan timnya, maka pressure ketat pemain tengah mesti dilakukan.

Begitu juga ketika bola sudah mengalir ke lini tengah. Antara pemain jangkar dan belakang SFC mesti sigap mengawasi gerak gerik penggiring bola dan memotong crossing yang bakal dilepas, sebelum masuk ke area kotak penalti. Dalam penerapannya, tetap tidak melupakan tugas utama dimana pemain tersebut diposisikan.

“Ini yang kita sebut disiplin perlini. Semua pemain mesti aktif ketika bola berada dikuasa lawan. Terdekat dengan lawan mesti melakukan pressure, namun tetap mengawasi dimana posisi awal dia ditempatkan,” terang ayah dari King Eric Cantona.

Kendati demikian, pelatih asal Solo mengingatkan pada anak asuhnya agar tidak bermain kaku. Improvisasi pertukaran posisi tetap akan dilakukan. Dimana ketika pemain sayap bergerak ketengah, maka pemain tengah mesti secara otomatis bergerak lebih melebar.

Demikian juga sebaliknya. Ketika fullback, baik kanan maupun kiri melakukan overlaping, maka gelandang bertahan mesti turun menutup kekosongan dan pemain sayap yang berada didepannya mesti siaga seandainya bola diumpan maupun lepas dengan mengawasi gerak gerik pemain lawan supaya terhindar dari kemungkinan terjadinya counter attack.

“Intinya, semua pemain mesti saling mengerti. Disaat satu pemain meninggalkan posnya, maka pemain terdekat mesti menutup. Demikian juga sebaliknya,” tutup Kas.
TEKS: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *