Waspadai ISPA Merebak

ispa

Ilst.

PALEMBANG, KS-Masyarakat Kota Palembang, patut waspada di musim pancaroba seperti saat ini. Pasalnya, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), rentan menyerang. Buktinya di Mei 2013 saja, Puskesmas Merdeka sudah mencatat ada 455 pasien yang menderita ISPA.

”Selama musim kemarau ini, penyakit ISPA sangat rentan menyerang masyarakat. Jumlah penderitanya, cukup tinggi dibandingkan musim penghujan. Hal ini di karenakan, teriknya matahari di musim kemarau bercampur polusi udara yang memicu penyakit ISPA. Selama Mei saja, tercatat 455 pasien ISPA,”jelas Kepala Puskesmas Merdeka, dr Desty Aryani, saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

Desty menjelaskan, penyakit ISPA disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Namun penyebab utama karena virus. Sedangkan diagnosis yang termasuk dalam keadaan ISPA yaitu rhinitis, sinusitis, faringitis, tosilitis, dan laryngitis.

“Awal gejala yang muncul, biasanya badan terasa pegal, hidung bersin terus-terusan, batuk, sakit kepala, serta sakit pada bagian tenggorokan. Masyarakat harus waspada, pola hidup sehat harus diterapkan sebagai pencegahannya,” kata Desty.

Sementara itu, Kepala Dinas Keshatan (Dinkes) Kota Palembang, Gema Asiani mengatakan, masa pancaroba terjadi dua kali yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan pada September dan peralihan musim hujan ke musim kemarau pada April.

Biasanya pada musim pancaroba, terjadi perubahan udara dan temperatur. Sehingga sedikit banyak berpengaruh pada tubuh. Daya tahan tubuh sebutnya, akan berkurang sehingga rentan diserang penyakit.

”Musim pancaroba temperaturnya berubah-ubah, hal inilah yang menyebabkan virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba, dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil,”jelas Gema.

Ada beberapa jenis penyakit yang sering datang ketika musim pancaroba, misalnya gangguan napas seperti flu, batuk, pilek, masuk angin, influenza. Selain itu, sering juga mengalami gangguan pencernaan yaitu diare.  ”Hal ini dikarenakan banyaknya virus, yang mencemari makanan atau minuman serta pola pengkonsumsian makanan,”ucapnya.

Dalam menghadapi cuaca yang kurang bersahabat tersebut, masyarakat saran Gema,  diharapkan mengkonsumsi makanan bergizi seperti, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

”Selain itu berikan juga kesempatan bagi tubuh untuk istirahat, lebih kurang 6-8 jam per hari. Sempatkan juga untuk berolahraga minimal 3 kali seminggu. Dan yang tak kalah penting kelola stress dengan baik, maksudnya dapat terhindar dari dampak negatif stres seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang yang pada akhirnya daya tahan tubuh kita, serta perbanyak minum air putih,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *