Obyek Wisata Pagaralam Rawan Perampokan

ilustrasi-jeruji

Ilst.

PAGARALAM, KS-Aksi perampasan sepeda motor dengan menggunakan senjata tajam (sajam) kian hari semakin merajalela. Terutama di sejumlah kawasan objek wisata yang ada di Kota Pagaralam, kerap dijadikan sasaran empuk para penjahat dalam melancarkan aksi tindak kejahatan. Tak heran aksi

nekat ini  dilakukan oleh pejalar SMK  Negeri yang ada di Kabupaten Empat Lawang, Senin (10/6) lalu sekitar pukul 16.10 WIB.

Saat menjalankan aksinya, para pelajar ini tak segan-segan untuk melukai korban dengan senjata tajam saat menjalankan aksi nekatnya. Dalam satu hari, mereka berhasil merampas dengan paksa dua motor korban, sekaligus di lokasi Objek wisata Tebat Reban. Adapun korban  aksi perampasan dengan kekerasan tersebut diantaranya,  Dede Saputra (18) dan Putri Kinangti, keduanya merupakan warga Perumnas Gufi, Kelurahan Bangun Rejo, Kecamatan Pagaralam Utara.

“Setelah mendapatkan laporan dari pihak  korban, anggota Satreskrim Polres Pagaralam dibantu Polsek Pagaralam Selatan langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku hingga ke Kabupaten Empat Lawang,” kata Kapolresta Pagaralam, AKBP Raden Hendrawan SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Indarmawan, SH.M.Si didampingi Kanit Pidum Iptu Petra Albert kepada wartawan, kemarin.

Dikatakannya, begitu mendapatkan laporan dari pihak korban, sejumlah personil langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku aksi perampasan sepeda motor hingga Kabupaten Empat Lawang.  Saat tiba di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang,  polisi berhasil menangkap

tersangka Dn (19) warga  di Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, berikut barang bukti sebilah pisau (Rambau Ayam-red) dengan ukuran panjang sekitar  60 sentimeter dan satu motor Revo Nopol BG 3025 WC.

“Tersangka berhasil ditangkap berikut barang bukti sepeda motor hasil rampasan dan sebilah pisau panjang sekitar 60 sentimeter. Saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Pagaralam,” kata Indarmawan.

Tersangka Dn, sambung Petra Albert, merupakan pelajar SMK di Kabupaten Empat Lawang, yang ikut terlibat langsung aksi kelompok perampasan sepeda motor yang sudah lama masuk target operasi. Sementara para tersangka lainnya  masih dalam tahap pengejaran pihak berwajib.

“Kawanan perampas motor  ini ada dua kelompok yang melakukan aksi perampasan dengan kekerasan di objek wisata Tebat Reban. Kelompok pertama berjumlah 5 orang masih dalam pengejaran polisi. Sedangkan kelompok kedua berjumlah 3 orang termasuk tersangka Dendi,” terangnya.

Menurutnya, untuk sepeda motor Mio Soul Nopol BG 2031 WO milik Putri Kinangti berhasil dibawa kabur kelompok pertama yang berjumlah 5 tersangka. Sejauh ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para tersangka. “Kita tengah melakukan pengejaran terhadap para tersangka yang berhasil membawa kabur motor Mio Saoul milk korban,” jelasnya.

Ditambahkan Indarmawan,  tersangka Dn saat ini masih dilakukan pemeriksaan guna mengungkap para tersangka lainnya. Meski demikian tersangka aksi perampasan dengan kekerasan tersebut dapat  dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana kurungan selama sembilan tahun. “Tersangka Dn terjerat pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana kurungan 9 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Dn saat dimintai keterangan mengatakan, aksi perampasan sepeda motor tersebut baru dua kali ia kerjakan karena tergiur bujukan teman tersangka. “Aku belajar merampas motor baru dua kali, pak. Itu juga karena iseng diajak kawan biar dianggap melawan

didalam kelompok kami,” kata Dendi singkat.

Terpisah, Putri Kinangti  korban perampasan sepeda motor  didampingi korban lainnya Dede Saputra mengatakan,  saat itu kami sedang menggelilingi kawasan objek wisata Tebat Reban. Tiba-taba datanglah para tersangka dan langsung menabrak sepada motor miliknya. Secara otomatis motor pun terhenti. Sementara para pelaku sudah mencabut dan  mengibaskan sebilah pisau panjang  yang hampir mengenai leher korban.

“Begitu motor tersangka menabrak motor saya, para pelaku langsung mencabut sebilah pisau dan mereka tebaskan hampir mengenai leher saya. Saat itu kami pun hanya bisa terdiam dan  pasrah  ketika menyaksikan para pelaku membawa kabur sepeda motor kami,” kata Putri.

Akibat insiden  tersebut, lanjut dia, korban mengalami luka memar pada bagian kaki kirinya karena terbentur benda keras saat para pelaku menghantam motor miliknya. “Saat itu para pelaku tidak segan-segan mengibaskan sebilah pisau di hadapannya. Beruntung sebilah pisau tersebut tak sempat mengenai leher saya dengan jarak yang dekat,” ungkap putri.

TEKS      : ANTON STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *