Dewan Pengupah Jadi Saksi Sidang APINDO Sumsel

apindoPALEMBANG, KSSidang lanjutan gugatan DPP APINDO di PTUN Palembang, dengan nomor gugatan 12/6/2013/PTUN-PLG, telah memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (12/6/2013).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Andri Mosepa, SH. MH, dikawal oleh sekitar 30 massa dari LSM KASBI.

Dalam sidang, Ghandi Arims, SH, selaku Kuasa Hukum DPP APINDO Sumsel, memanggil 2 saksi dari anggota Dewan Pengupahan yaitu Ana Suryana dan Gofti Situmorang.
Ana Suryana dalam kesaksiannya menjelaskan bahwa dalam memperoleh besaran nilai UMP, terdapat beberapa survei yang harus dilakukan sebagai data pendukung. “Melakukan survei dan mendapatkan data seperti data inflasi dari BPS, pertumbuhan ekonomi, dan UMP 2012, sehingga dari seluruh data yang diperoleh maka kami menetapkan Rp1.350.000. Pada 22 Januari 2013, terbit SK baru yaitu 107 dengan penetapan UMP Rp1.630.000, yang tanpa ada pertimbangan dan rekomendasi dari Dewan Pengupahan,” jelas kesaksian Gofti Situmorang.

Namun di depan PTUN Palembang, dalam menanggapi kesaksian persidangan, Suyono, Ketua LSM KASBI, dalam orasinya mengatakan bahwa Gofti Situmorang dalam kesaksiannya telah melakukan kebohongan dan kejahatan kemanusiaan, karena sebagai salah satu pimpinan APINDO telah melakukan pemaksaan terhadap karyawannya untuk menandatangani surat pernyataan setuju dengan upah Rp1.350.00.

“Ana Suryana dalam kesaksiannya di depan Majelis Hakim juga telah berbohong, karena tidak mengaku perusahaannya masuk dalam APINDO,” tambah Tugiran, Ketua Unit Pengelola Kegiatan KASBI, yang turut mengikuti jalannya persidangan.

Teks: Junaidi Abdillah

Editor:  Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *