Parpol Muka Tembok

Foto-bambang-GAGASANOleh Bambang Arianto

Aktifis KAHMI Bulaksumur Yogyakarta

Ritual polemik kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) kerap kali terjadi dan selalu menjadi perdebatan menarik dibanyak kalangan. Bukan kali ini saja polemik BBM menjadi perseteruan antar partai politik, bahkan ketika kebijakan ini di gelar medio 2012 lalu juga menyulut perseteruan antar partai politik, karena parpol lah yang menjadi peran utama dalam sengkarut soal BBM. Kala itu Partai Golkar memainkan kuda troya nya walau alhasil partai ini pun mendulang banyak pro dan kontra dari anggota parpol koalisi. Bahkan kala itu pergerakan antar wacana mengenai perlu tidaknya mengurangi subsidi BBM terasa hilang ditelan manuver politik yang diambil oleh partai politik yang bertikai.

Kali ini politik BBM lagi-lagi disuguhi oleh akrobat politik dari parpol anggota koalisi. Alih-alih menjadi sebagai icon representasi rakyat tapi malah yang ditampilkan adalah jurus politik yang bukan lagi didasari oleh argumentasi kenaikan BBM yang lebih cerdas dan akal sehat namun politik zig-zag. Nyaris politik BBM kali ini dijadikan ajang pencitraan dan saling jegal demi logika elektoral semata. Bahkan parpol yang selama ini selalu dekat memperjuangkan kepentingan rakyat lupa dan bahkan tidak lebih dari hanya berkutat mengutamakan nasib parpolnya. Bahkan ada parpol yang berani bermuka dua dalam menyikapi politik BBM. Disatu sisi pro dengan kepentingan pemerintah tapi disisi lain mencoba menjadi pahlawan kesiangan. Sungguh ironis sepak terjang parpol disaat krisis kepercayaan publik terhadap parpol semakin menurun, masih saja ada parpol yang berani memainkan langkah tipu-tipu politik demi menyelamatkan segelintir egoisme politiknya.

Manuver PKS

Politik BBM kali ini menampilkan langkah kuda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dibawa bayang-bayang parpol koalisi. Sengkarut PKS soal suap daging impor yang belum jelas berakhirnya, menjadikan partai ini mencoba membuat sebuah gebrakan maut guna mendongkrak elektoral. Perlawanan PKS dengan menolak mentah-mentah kesepakatan Setkretariat Gabungan (Setgab) koalisi yang dimotori oleh Demokrat menjadikan politik BBM tidak sepi dari kisruh manuver politik. PKS sendiri dikenal menjadi partai pemerintah dengan mendapat hibah tiga menteri di jajaran pemerintahan saat ini. Tapi disayangkan dimana PKS malah berseteru dengan kebijakan pemerintah dengan tegas menolak kenaikan BBM. Dengan atas nama rakyat PKS pun mengklaim kebijakan ini akan dapat membuat rakyat semakin terjepit. PKS pun mengambil langkah ini demi mencari perhatian publik ditengah merosotnya citra PKS dimata publik dengan lebih mengutama kepentingan rakyat. Sayangnya langkah PKS inipun mengundang pro kontra dikalangan partai koalisi dan publik pun menggugat PKS sebagai parpol yang tidak konsisten dan cenderung plin plan.

Kebijakan DPP PKS cukup menarik dicermari dikala publik banyak yang menolak kenaikan BBM ini PKS mencoba mengelontorkan isu resmi penolakan kebijakan pemerintah dengan diikuti oleh aksi iklan grafiti melalui ribuan spanduk yang tersebar seantero Indonesia. Sebuah harapan mencari simpati publik ditengah kasus suap impor daging yang sedang melilit PKS, ibarat menyelam minum susu. Publik pun akan menunggu parpol mana yang akan tetap konsisten digaris perjuangan guna mengagregasi kepentingan rakyat dan bukannya parpol yang hanya berani bermuka tembok. Jangan sampai ritual politik BBM menjadikan parpol selalu mengdepankan politik zig-zag nya yang akan menyulut kemarahan publik. Politik BBM juga akan sangat menentukan masa depan politik elektoral parpol, parpol yang paling dapat diterima publik secara logika itulah parpol yang akan memenangi ritual demokrasi 2014. (Bersambung..)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *