Adipura Kurang Greget

adipuraPALEMBANG, KS-Tahun ini, Kota Palembang kembali mendapatkan Piala Adipura, sebagai lambang supremasi kebersihan suatu kota di Indonesia. Adipura ini, adalah adipura ke tujuh berturut-turut yang diterima Kota Palembang.

Piala Adipura dan tiga Piala Adiwiyata Mandiri serta plakat yang baru diterima oleh Pemerintah Kota (pemkot) Palembang itu, Selasa (11/6), tiba di Palembang. Namun, penyambutan penghargaan bergengsi di bidang kebersihan ini, terasa kurang gereget jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun lalu, piala itu diarak keliling kota dengan iring-iringan kendaraan di belakangnya.  Namun tahun ini, tidak sama sekali. Piala tersebut, hanya dibawa dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ke  kantor ledeng (Pemkot Palembang).

Prosesi penerimaan Adipura, hanya dilakukan di balai kota. Padahal, tahun lalu disambut di tempat terbuka seperti di Benteng Kuto Besak (BKB) atau taman dibawah Jembatan Ampera.

Pantauan Kabar Sumatera, tiada hiruk pikuk penyambutan di sepanjang jalan yang dilintasi iring-iringan empat kendaraan yang membawa Piala Adipura, plakat hutan terbaik hutan kota dan kebersihan pasar, terminal terbaik serta  tiga Piala Adiwiyata untuk tiga sekolah tersebut.

Penyambutan Adipura secara seremonial hanya di fokuskan di balai kota, dengan ala kadarnya. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, H Ucok Hidayat mengakui tahun ini tidak ada acara khusus menyambut di Piala Adipura tahun ini.

Ia beralasan itu dilakukan, karena suanasa Palembang belumlah kondusif pasca pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel).

“Memang tidak ada arak-arakan, karena suasana masih belum kondusif. Jadi kita tidak mau ada memancing keramaian. Karena itu, digelar di balai kota saja, sekaligus mempromosikan balai kota ini,”terangnya.

Selain itu sambungnya, wali kota dan wakil wali kota sedang berada di luar kota sehingga tidak bisa menyambut Piala Adipura tersebut.  Namun kata Ucok, Adipura adalah keberhasilan masyarakat Palembang untuk menjaga kebersihan kota. “Ini momentum sangat berarti, karena bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kota Palembang ke-1330 pada 17 Juni mendatang,” ucapnya.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang, Agung Noegroho menjelaskan, tujuh penghargaan yang diterima Palembang ini diserahkan Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Senin (10/6) malam. “Ini merupakan prestasi kita, yang perlu kita pertahankan dan harus di tingkatkan,”katanya

Agung menyebut, berbagai program mereka lakukan untuk mencapai Palembang bersih, hijau dan bebas pencemaran udara. Bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga air dan udara. Agung mengatakan, program-program yang telah laksanakan secara konsisten, seperti uji emisi dan penanaman pohon.

Selain itu, pemanfaatan sampah menjadi produk ekonomi juga telah mereka lakukan dengan membentuk bank-bank sampah di perkampungan ramah lingkungan. “Kita telah berupaya melakukan yang terbaik untuk Kota yang kita sayangi ini,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Romi Herton saat di hubungi via telepon mengatakan, meminta maaf kepada masyarakat Palembang karena tidak bisa hadir menyambut piala bergengsi itu.  “Saya mewakili Pemkot Palembang, mengucapkan selamat kepada seluruh warga Kota Palembang atas diraihnya penghargaan ini,” imbuhnya.

Sambung Romi, di tahun 2014 mendatang, pemkot menargetkan untuk merebut Piala  Adipura Kencana. Karenanya ia minta dukungan kepada semua lapisan masyarakat, untuk bahu-membahu bersama pemkot menjaga kebersihan di metropolis.

Teks    : Alam Tri Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *