Muratara Akhirnya Terwujud

musirawas

PALEMBANG, KS-Keinginan masyarakat di Musi Rawas Utara (Muratara), untuk membentuk kabupaten sendiri dari hasil pemekaran Kabupaten Mura akhirnya terwujud. Komisi II DPR RI, menyetujui pembentukan kabupaten Muratara.

Kabar ini disampaikan Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Wasista Bambang Utoyo ketika dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (11/6). Wasista menyebut, daerah otonomi baru (DOB) Muratara dalam waktu dekat akan disahkan oleh DPR RI.

“Tanggal 5 Juni lalu, pembahasan pembentukan DOB Muratara antara Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) selesai. Sekarang tinggal menunggu, paripurna saja untuk pengesahan pembentukan Kabupaten Muratara,” jelas Wasista.

Jika Undang-undang (UU) pembentukan Kabupaten Muratara ini sudah disahkan DPR RI, Kemendagri sambungnya akan menindaklanjutinya dengan memberikan petunjuk kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk menjalankan kabupaten baru itu.

“Nantinya pemprov, akan menunjuk pelaksana tugas harian (Plh) bupati.  Selain itu, pemprov juga akan memberikan dana hibah selama dua tahun yang diambil dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) selama dua tahun untuk dana pemekaran dan dana pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) pertama,” terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Ali A Rasyid menambahkan, dewan akan mendukung penuh pembentukan Kabupaten Muratara tersebut. “Kita menunggu keluarnya UU tentang pembentukan Kabupaten Muratara. Jika UU itu, sudah disahkan DPR barulah pemprov akan menunjuk carateker bupati,” ujarnya.

Plh bupati sambungnya, akan menjalankan roda pemerintahan selama dua tahun untuk menyiapkan infrastruktur awal pemerintahan seperti pembentukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan lainnya.

“Sesuai komitmen sebelumnya, Pemprov Sumsel akan memberikan dana hibah untuk menjalankan roda pemerintahan di kabupaten baru itu Rp5 miliar selama dua tahun,” tukasnya.

Sebagai informasi,  pembentukan Kabupaten Muratara ini sebenarnya berbarengan dengan pembentukan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Muara Enim.

Namun saat Kabupaten PALI disahkan pada 24 Desember 2012 lalu, pengesahan pembentukan Kabupaten Muratara tertunda dikarenakan adanya persoalan tapal batas antara Kabupaten Mura yang merupakan kabupaten induk dengan Kabupaten Musi Banyuasin.

Pada Senin (29/4), terjadi aksi besar-besaran yang dilakukan masyarakat Muara Rupit dan sekitarnya untuk mendukung pembentukan Kabupaten Muratara. Mereka bahkan memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sumsel dengan provinsi tetangga.  Aksi itu berujung dengan kerusuhan, yang menyebabkan empat warga tewas dan dibakarnya dua markas kepolisian sektor (Mapolsek).

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *