KPU Sumsel Ancam Ambil Alih Banyuasin

HAL-KORAN-1---FOTO-WARDOYO

Massa Pendukung Calon Bupati Banyuasin Memblokir Jalan Depan Pemkab Banyuasin | Foto : Wardoyo KS

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) mengancam akan mengambil alih pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Banyuasin.

Ancaman ini disampaikan Komisioner KPU Sumsel, Chandra Puspa Mirza, terkait diskualifikasinya pasangan Yan Anton Ferdian – SA Supriyono sebagai pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Banyuasin oleh KPU Banyuasin, Sabtu (8/6) lalu.

“Kami sudah minta KPU Banyuasin, untuk melakukan evaluasi, kajian dan revisi terhadap putusan yang diterbitkan mereka sendiri. Kami masih memberikan kewenangan penuh atas kemandirian kepada mereka,  agar lebih independen bekerja dan sesuai regulasi. Jika tidak sesuai dengan rencana, tidak melaksanakan tahapan dengan baik maka akan kami ambil alih,” tegas Chandra yang dibincangi, Senin (10/6) di TVRI Palembang.

Chandra menyebut, hasil rapat koordinasi mereka didapatkan kesimpulan kalau surat keputusan (SK) KPU Banyuasin Nomor  60/Kpts./Kpukab-006.435384/VI/2013, tertanggal 8 Juni 2013, yang mendiskualifikasi pasangan Yan Anton – Supriono itu dikeluarkan karena adanya tekanan dan intimidasi pihak tertentu. Sehingga SK itu kata Chandra, cacat hukum.

KPU Banyuasin sambungnya, sudah salah mengartikan Peraturan KPU (PKPU) terhadap aturan tentang diskualifikasi pasangan calon. Karenanya sebagai koreksi, KPU Banyuasin diminta mengkaji kembali dan merevisi SK tersebut.

Apakah ada deadline yang diberikan kepada KPU Banyuasin, untuk menindaklanjuti rekomendasi KPU Sumsel ini ?, Chandra menyebut ada, namun batasannya sampai kapan tidak jelas. Yang pasti sebut dia, sebelum penetapan pasangan calon terpilih, KPU Banyuasin sudah harus menerbitkan aturan baru.

“Kami juga sudah membuat surat edaran, agar rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tidak boleh berhenti. Semua harus dihitung, termasuk pasangan calon yang di diskualifikasi,” ujarnya.

KPU Sumsel pun sambungnya, juga sudah meminta bantuan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel untuk pengamanan. Sehingga proses rekapitulasi suara di KPU Banyuasin baik untuk pemilukada Banyuasin maupun pemilukada Sumsel, berjalan kondusif.

Sementara itu terkait bentrokan antar saksi dua pasangan cabup-cawabup Empat Lawang saat rekapitulasi suara di PPK Muara Pinang, Chandra menyebut sudah mendapatkan kabarnya.

“Itu terjadi karena kesalahan komunikasi saja, tetapi kita sudah instruksikan agar rekapitulasi harus tetap berjalan. Tidak boleh berhenti sedikit pun. Bisa dilakukan perhitungan ulang, jika ada peristiwa luar biasa sehingga rekap tidak bisa berjalan. Jika tidak artinya biasa-biasa saja, sehingga rekap harus tetap jalan walau dunia harus runtuh sekalipun,”tukasnya.

Sebelumnya seperti diberitakan Kabar Sumatera, Sabtu (8/6) malam, KPU Banyuasin mendiskualifikasi pasangan Yan Anton-Supriyono sebagai pasangan cabup-cawabup peserta pemilukada Banyuasin 2013.

Penandatangan SK itu dilakukan Ketua KPUBanyuasin, Yusarla dihadapan tokoh masyarakat Banyuasin, Alamsyah Hanafiah dan lima pasangan calon lainnya yakni H Hazuar Bidui, H Arkoni MD, H Askolani, H Slamet Soemosentono serta Agus Saputra. Empat komisioner KPU Banyuasin, Kamsul Hadi Chandra, Suryandi, Irma Christiana dan Abu Said Al-Khudri. Sementara di luar kantor KPU, ribuan masyarakat Banyuasin melakukan aksi sejak Jumat (7/6) pagi.

Sementara di Empat Lawang, saat rekapitulasi suara di PPK Muara Pinang terjadi bentrokan antar saksi pasangan nomor urut 1 H Budi Antoni Aljufri- H Syahril Hanafiah (Berhasil) dan saksi pasangan nomor urut 2, H Joncik Muhammad- Ali Halimi (Jonli), Minggu (9/6).

Akibatnya, tiga orang saksi Berhasil mengalami luka parah. Sementara dari pihak Jonli pun, mengalami luka bacok.  Ke semua korban langsung di evakuasi ke dua Rumah Sakit (RS) di Pagaralam.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *