Yan – Sas Didiskualifikasi

BANYUASIN/KS-Mengejutkan, mungkin kata ini yang paling tepat menggambarkan putusan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin, Sabtu (8/6). Bagaimana  tidak, KPU menetapkan pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Banyusin nomor urut 1, Yan Anton Ferdian – SA Supriyono, di diskualifikasi.

Putusan ini diambil KPU Banyuasin, setelah melalui rapat pleno, Sabtu malam.  Putusan mendiskualifikasi pasangan Yan Anton-Supriyono ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU Banyuasin Nomor  60/Kpts./Kpukab-006.435384/VI/2013, tertanggal 8 Juni 2013 yang ditandatangani Ketua KPUBanyuasin, Yusarla.

Pantauan Kabar Sumatera, penandatangan SK itu dilakukan Yusarla dihadapan tokoh masyarakat Banyuasin, Alamsyah Hanafiah dan lima pasangan calon lainnya yakni H Hazuar Bidui, H Arkoni MD, H Askolani, H Slamet Soemosentono serta Agus Saputra. Empat komisioner KPU Banyuasin, Kamsul Hadi Chandra, Suryandi, Irma Christiana dan Abu Said Al-Khudri turut menyaksikan.

Informasi yang didapat dari semua calon, pasangan calon nomor urut 1 itu memang harus didiskualifikasi. Alasannya, ditemukan melakukan money politic atau politik uang, dan melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, untuk kampanye pemenangan mereka.  “Mereka juga melakukan penggelembungan suara hampir di seluruh daerah, serta melakukan percetakan formulir C2 sendiri,” ujar mereka kompak.

Sebelum penandatanganan keputusan, sempat terjadi perdebatan antara lima pasangan calon dengan komisioner KPU Banyuasin. Pasalnya komisioner KPU Banyuasin, hanya mau menerbitkan berita acara bukannya SK yang diharapkan.

Melihat gelagat KPU yang kurang menyakinkan, Alamsyah Hanafiah mewakili kelima pasanga calon langsung melakukan protes dan menegaskan KPU harus membuat SK diskualifikasi atau setidaknya menambahkan klausul tegas mendiskualifikasi pasangan Yan-Sas. “Kami meminta ketegasan berupa SK, bukan berita acara seperti ini. Apalagi klausulnya kurang tegas, dan terkesan kabur dalam hukum,” tegas Salamsyah

Setelah dilakukan koreksi oleh KPU, semua kandidat meyatakan sepakat dengan isi SK tersebut, lalu terjadilah penandatangan. Setelah menerima surat diskualifikasi dari KPU,  lima cabup-cawabup Banyuasin langsung menemui ribuan massa yang telah berkumpul sejak pagi memenuhi jalan-jalan di sekitar gedung KPU Banyuasin.

“Malam ini pasangan nomer urut 1, resmi didiskualifikasi. Ini bukan kemenangan kami pasangan calon lain tetapi kemenangan semua rakyat Banyuasin yang mendambakan perubahan sejak 12 tahun lalu,” kata Cabup Banyuasin nomor urut 2, Agus Saputra.

Sementara Cabup Banyuasin nomor urut 3, Hazur Bidui AZ, mengajak masyarakat Banyuasin tidak terpecah belah. Ia juga mengucapkan terima kasih, atas dukungan masyarakat yang mengawal peristiwa pertama dalam sejarah pemilukada di Indonesia tersebut.  “Mari kita terus jaga persatuan dan kesatuan sebagai rakyat Banyuasin. Jangan berpecah belah, supaya Banyuasin yang lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.

Pesan senada disampaikan cabup nomor urut 4, H Arkoni MD dan cabup nomor urut 5, Slamet Soemosentono. Mereka minta kepada masyarakat di Banyuasin, tidak melakukan tindakan pengerusakan apapun terhadap instasi atau fasilitas pemerintahan yang ada di Bumi Sedulang Setudung.

Keputusan KPU tersebut, langsung disambut gembira oleh ribuan masyarakat Banyuasin yang sudah ‘mengepung’ kantor KPU Banyuasin sejak Jumat (7/6) pagi sampai Sabtu (8/6).  Mereka langsung memotong satu ekor kerbau, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT karena terkabulnya harapan mereka.

Aksi ribuan masyarakat Banyuasin itu, mendapatkan kawalan ketat pihak kepolisian dan tokoh-tokoh pendiri Banyuasin seperti dr.Burlian Abdullah, H Nur Muhammad, H Kaharudin Aziz, Adenan Abdul Somad serta tokoh-tokoh lainnya.  Kapolres Banyuasin, AKBP Agus Setyawan melalui Kabag Ops, Rahmat S dibincangi disela-sela pengamanan menyebut, 400 personil dikerahkan dan di back up 100 anggota TNI dari Koramil Pangkalan Balai dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.  “Kita hanya siaga mencegah hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sebelumnya, Kamis (6/6) malam, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuasin mengeluarkan rekomendasi yang isinya mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan Yan-Sas sebagai pasangan Cabup-Cawabup Banyuasin.

Surat rekomendasi Panwaslu itu dibawa ke KPU Banyuain, dengan kawalan tim pemenangan lima pasangan calon lainnya serta ribuan masyarakat. Namun sayang, tidak ada satu pun komisioner KPU Banyuasin yang ada di kantornya. Jumat sampai Sabtu lalu ribuan masyarakat Banyuasin ‘mengepung’ kantor KPU Banyuasin. Mereka meminta KPU Banyuasin, mendiskualifikasi pasangan Yan-Sas sebagai pasangan Cabup-Cawabup Banyuasin.

Teks    : Diding Karnadi

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com