Taufiq Kiemas ‘Tetap Hidup’

taufik-kemas

Alm. Taufiq Kemas | net

JAKARTA, KS-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Taufiq Kiemas,  Minggu (9/6), di makamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, dengan dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jenazah politisi asal Sumatera Selatan (Sumsel) ini, dimakamkan di Blok M Nomor 114, tepat di sebelah makam Ayahnya, Tjik Agoes Kiemas dan Ibundanya Hamjatoen Roesda Kiemas.

Pemakaman suami Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri ini dihadiri para pelayat, mulai dari pejabat negara, tokoh politik, dan kolega Taufiq. Sejumlah tokoh di negeri ini, mempunyai kenangan sendiri terhadap sosok Taufik Kiemas.

Meski telah wafat, namun pemikiran serta ide almarhum mengenai pluralisme harus tetap hidup dan dilestarikan. Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko menyebut salah satu ide dan pemikiran Taufik, adalah tentang empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. “Seorang Taufiq Kiemas telah meninggal, namun idenya tidak. Kita berkepentingan menjaga ide itu tetap hidup,” kata Budiman.

Sementara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut, Indonesia kehilangan sosok negarawan yang baik. Taufik menurut Prabowo adalah sosok negarawan, dan pemimpin politik yang bijak.  “Beliau jaga hubungannya baik dengan saya. Jadi saya kira bangsa kita, kehilangan sekali,” ujarnya.

Prabowo mengatakan, Taufik  merupakan sosok yang baik secara pribadi walaupun secara politik sering berada di kubu oposisi dan berlawanan dengan Prabowo. “Saya sempat waktu reformasi saya juga ilang jabatan, beliau berada dipihak melawan orde baru. Tapi beliau bersahabat dengan saya, ketika saya pulang dari luar negeri, beliau jemput saya. Meskipun pernah berada dipihak berseberangan, beliau hatinya baik,” ujarnya.

Pandangan tak jauh berbeda disampaikan Presiden PKS, HM Anis Matta. Ia  menyebut, almarhum sebagai politikus sejati yang selalu menjadi katalisator partai Islam dan partai nasionalis.

“Beliau adalah sosok negarawan yang patut diteladani atas kedewasaan mencermati permasalahan dalam berbangsa. Kita kehilangan politikus sejati,” kata Anis.

Ketua DPR, Marzuki Alie memiliki penilaian khusus kepada TK, begitu ia akrab disapa dinilai sebagai pilitikus handal. Sebab, di dalam dirinya tertanam rasa nasionalisme yang mendalam dan itulah yang terefleksikan ke dalam pilihan dan sikap perjuangannya.

“Almarhum merupakan politisi kawakan, bahkan legendaris yang berangkat dari dunia aktivis yang penuh idealisme. Karena itulah dapat dipahami mengapa almarhum memiliki spektrum pergaulan yang luas, bergaul dengan semua elemen bangsa yang plural, tanpa memandang kelas atau strata ekonomi, etnisitas, agama, kesukuan dan berbagai perbedaan primordial lainnya,” kata Marzuki.

Sumber : inilah.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *