Tanggul PT KAI Dikerjakan Asal-asalan, Ancam Rumah Warga

Rendy-menunjuKkan-tanggul-rumahnya-yang-rusak

Rendy menunjuKkan tanggul rumahnya yang rusak | Foto : Dok KS

MUARA ENIM | KS-Tanggul yang dibangun  PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang terletak  di KM 348+662, Simpang Tel, Desa Benuayu, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim justru mengancam rumah warga.

Tanggul yang itu dibangun dengan panjang 70 meter dan tinggi 1 meter ini dikeluhkan warga lantaran sudah retak dan jebol.

Rendy (23), warga sekitar saat ditemui Minggu (9/6), tanggul itu dibangun bulan april yang lalu. Namun baru beberapa hari dibangun tanggulnya sudah retak dan jebol.

“Setelah diberitain, baru dibangunnyo. Tapi tulah, bukannya ngamankan rumah kami dari longsor justru rumah kami tambah mau ro0buh. Soalnya pemborongnya ngeruk tanah dibawah pondasi rumah kami,” sesalnya.

Pada saat pembangunan, menurut Rendy, pihak pemborong bukannya mengembalikan tanah yang sudah longsor, justru membuang tanah yang ada dibawah pondasi sehingga kondisi rumahnya menggantung.

“Janjinya paling lambat akhir Mei tanggulnya di perbaiki, ini sampai sekarang masih belum belum dikerjakan,” tutur Rendy.

Akibat longsoran tersebut, lanjutnya, rumah Rendy terancam robuh karena pondasi rumahnya sudah menggantung. Bahkan Bedeng dan rumahnya sudah retak-retak semua. Tak cuma itu, kolam ikan dan septic tank pun menjadi korban tidak bisa dipakai lagi.

Hasil pantauan wartawan terhadap tanggul tersebut, setiap satu meter terdapat retakan. Bahkan dibeberapa bagian sudah pecah.

Parahnya, saat wartawan menyentuh tanggul itu menggunakan jari tangan, dengan sekali sentuhan lembut semen nya sudah runtuh. “Kayaknya pemborong mainkan adukan semen,” sahut Rendy.

Sementara itu, Asmen Bidang Program PT KAI Sumsel, Heri saat dihubungi via handphone menyatakan belum mengetahui kejadian itu. “Wah saya belum bisa berkomentar pak, kami mau cek dulu ke lapangan,” jawab Heri.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *