Meneladani Taufiq Kiemas

saronoOleh SARONO P SASMITO

Inalillahi waina illaihi rojiun. Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.   Indonesia kembali kehilangan seorang tokoh bangsa, yang juga adalah Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas. Ia tutup usia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada Sabtu (8/6/2013) pukul 19.05 waktu setempat. Muhammad Taufiq Kiemas salah satu putra terbaik daerah Sumatera Selatan menghembuskan nafas terakhir  menghadap ke haribaan-Nya. Tak pelak  rakyat seantero negeri ini berduka. Sebab dari berbagai sisi kehidupan kita melihat sosok  Taufiq Kiemas merupakan salah satu figur tokoh politik yang baik selama ini.
Kita juga mengenal sosok Taufiq Kiemas  merupakan politikus senior dan putra daerah yang terbaik, bahkan terbaik di nusantara. Dalam hal berpolitik Taufiq Kiemas semasa hidupnya merupakan sosok yang  selalu mengayomi dan membina dengan baik para kader-kadernya.

Sebelum meninggal, Taufiq dirawat akibat rasa lelah setelah menjalankan tugas negara pada 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memperingati kelahiran Pancasila. Taufiq Kiemas yang juga bergelar Datuk Basa Batuah, merupakan seorang keturunan Palembang-Minangkabau. Ia lahir pada 31 Desember 1942, dari ayah yang juga seorang guru yang bernama Tjik Agus Kiemas dari Sumatera Selatan. Sedangkan ibunya, Hamzathoen Roesyda, berasal dari Kanagarian Sabu, Batipuah Ateh, Tanah Datar, Sumatera Barat. Politikus Indonesia yang pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI ke-5 ini sempat menjadi anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut. Ia berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk daerah pemilihan Jawa Barat II, yaitu untuk masa bakti 1999-2004 dan 2004-2005. Taufiq memulai karier politiknya ketika di bangku mahasiswa dengan menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kemudian ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR pada 1992. Selama masa Orde Baru, karier polisi Taufiq banyak berseberangan dengan pemerintah Soeharto. Oleh sebab itu kariernya banyak dikebiri Soeharto. Kariernya pun semakin cemerlang seiring dengan tumbangnya rezim Soeharto. Pada Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini mengantarkan istrinya Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden dan kemudian Presiden Indonesia yang ke-5.

Taufiq aktif berorganisasi di bawah bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) yang didirikan istrinya, Megawati, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P. Saat ini, politisi yang juga pernah menjabat Dewan Kehormatan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PP PA GMNI) ini menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-12 untuk masa bakti tahun 2009 hingga 2014.

Semasa hidup, Ketua MPR Taufiq Kiemas telah melahirkan gagasan sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia. Gagasan ini mendapat anugerah gelar Doktor Kehormatan atau disebut Doctor Honoris Causa (H.C) dari Universitas Trisakti. Taufiq berharap agar generasi muda bisa mewujudkan gagasan empat pilar kebangsaan tersebut. Kini, putera bangsa yang juga dikenal sebagai politisi pencair kebekuan ini telah tiada. Pemakamannya digelar secara kenegaraan, yang dipimpin oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sesuai pesannya, Jenazah Taufiq dimakam disamping orang tuanya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (9/8/2013).

Kita yang berada di Palembang dan Sumatera Selatan ini merasa sangat kehilangan tokoh nasional ini karena  beliau pernah mengenyam pendidikan  Sarjana Muda Fakultas Hukum  (FH) di Universitas Sriwijaya Palembang  tahun 1966. Dalam keseharian dia pun selalu kukuh ingin terus mengembangkan berbagai potensi dan memajukan daerah ini dalam segala hal.  Semoga apa yang telah dilakukannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahala di alam barzakh. Di samping itu Allah SWT juga mengampuni khilaf, salah dan dosanya selama hidupnya. Sedangkan keluarga yang ditinggalkannya bisa tabah dan tawakal. La haula wala quwata ila billah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *