Angdes Nopol Hitam, Dicat Jadi Kuning Merajalela

HL-Daera

Kondisi pasar nampak semrawut akibat angdes dan angkot yang kurang di tata | Foto : Dok KS

PAGARALAM , KS—Akibat kurang tertata, sejumlah angkutan kota (Angkot) dan angkutan desa (angdes), liar bernomor polisi (Nopol) hitam bebas beroperasi di Kota Pagaralam. Hal ini kerap menjadi faktor penyebab kemacetan dan kesemerautan pada kawasan kota.

Ironisnya, tidak ada satu pun petugas dari dinas perhubungan setempat melarang. Hal ini seolah adanya pembiaran terhadap makin merajalelanya angdes liar dan seakan tidak berdaya.

Pantauan Kabar Sumatera, Jumat (7/6), keberadaan angkot dan angdes kerap kali melanggar ketentuan tidak diperbolehkan masuk kawasan kota, namun tetap saja leluasa keluar masuk mengangkut penumpang sejak pagi hingga sore hari dengan cara menerobos masuk Kawasan Pasar Dempo Permai. Sementara para petugas yang ada terkadang sengaja membiarkan hal ini terjadi.

Wawan (36) sopir angkot resmi menuturkan, biasanya pelanggaran terjadi di dominasi angdes tidak resmi masih mengunakan plat hitam. “Tapi ada juga yang mengganti plat dengan cara mengecat plat dengan warna kuning mirip angkutan resmi,” tuturnya.

Ia mengatakan, jika diamati sepertinya ada permainan antara petugas dengan para sopir angkot dan angdes liar. Karena tindak memberikan sanksi tegas seperti tilang ataupun melarang dan memberhentikan angkot liar itu bebas beroperasi di pusat kota.

“Sejauh ini kami sudah berulang kali memprotes kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, agar dapat melaksanakan penertiban  terhadap angkot dan angdes liar tersebut. Namun  hingga ini belum juga diadakan tindakan tegas. Padahal kehadiran angkutan liar itu tidak hanya membuat semerawut kota, termasuk juga menggangu lalu lintas akibat parkir sembarangan dan sopir angkot resmi tidak dapat penumpang,” ujarnya.

Sebelum  maraknya angdes dan angkot liar, ujar Wawan, biasanya sopir angkot resmi bisa membawa pulang keuntungan bersih sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu per hari. Sementara sejauh ini sangatlah sulit, apalagi jumlah ojek sepeda motor juga mengalami peningkatan.

“Saat  ini sudah tidak jelas lagi mana angkot dan angdes resmi, karena semuanya sudah merubah plat hitam menjadi kuning. Sementara  untuk mengetahuinya saat diadakan razia, bisa dipastikan banyak angkutan tidak resmi akan terjaring,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi, Drs H Agustiar Effendi mengatakan, pihaknya berjanji akan segera melakukan penertiban serta menindak tegas keberadaan angkot dan angdes liar yang bebas beroperasi di dalam kota, termasuk pula akan menindak petugas yang terlibat.

“Kami akan memberikan saksi kepada siapapun yang melakukan pelanggaran termasuk petugas dilapangan serta  akan menertibkan semua angkot dan angdes liar, termasuk angdes yang sering melakukan pelanggaran dengan menerobos masuk ke kawasan pusat kota,” tegasnya.

Teks     : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *