TPS Ambruk Diterjang Puting Beliung

TPS-Ambruk

Ist

PALEMBANG, KS-Saat masyarakat Kota Palembang sedang menggunakan hak suaranya, pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), masyarakat di Kelurahan Pulokerto nyaris tidak bisa menggunakan hak konstitusinya itu.

Hal itu disebabkan terjadinya angin puting beliung. Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, Kamis (6/6),  bencana tak terduga itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 01 Kelurahan Pulokerto, Nairoby menyebut, saat kejadian masyarakat masih menyalurkan hak suaranya. Tiba-tiba bencana itu terjadi. Akibatnya tenda yang digunakan untuk TPS, ambruk. Sedangkan kursi yang ada di dalam tenda, berantakan.

Kejadian membuat KPPS dan warga yang hendak menggunakan hak pilihnya, berlarian menyelamatkan diri. “Tidak ada korban jiwa, sebab saat kejadian dalam kondisi sepi. Namun kami kehilangan 47 lembar kertas suara, itu sudah kami tuangkan dalam berita acara. Pemungutan suara sendiri,tetap kita lanjutkan,” bebernya.

Ia juga menjelaskan di TPS ini, pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki ini, ada 408 mata pilih yang terdaftar dalam daftar mata pilih tetap (DPT). Dari 480 mata pilih itu, hanya 379 mata pilih yang menggunakan haknya.

“Pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki unggul dengan 163 suara, Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-Win) 125 suara,  Herman Deru-Maphilinda 56 suara dan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir sebanyak 39 suara. Sementara surat suara tidak sah sebanyak 6 lembar,” jelasnya.

Sementara itu beberapa warga yang dibincangi Kabar Sumatera, mengaku kejadian itu sempat membuat mereka panik. Jayanti (30), salah satu warga mengatakan kejadian itu begitu cepat.

“Awalnya anginnya hanya kecil, makin lama makin membesar sehingga menerbangkan benda disekitarnya termasuk tenda yang dipakai untuk TPS. Tenda TPS bergeser sampai tiga meter,” ungkap Jayanti.

Hal yang sama dikatakan Ijah (40). Ia menyebut,  akibat berhembus kencang hingga menerbangkan kursi, kertas suara termasuk tenda di TPS 01 Kelurahan Pulokerto.

“Kami tidak mengira, karena cepatnya kejadian. Aku sempat berlari menyelamatkan diri, untuk tidak ada korban,” tukasnya.

Teks       :  Wardoyo

Editor    : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *