Kejari Banyuasin akan Usut Logistik Pemilukada

BANYUASIN/KS-Kejaksaan Banyuasin berencana akan mengusut mengenai pengadaan cetak logistik yang menelan dana milyaran rupiah pasalnya banyak kejanggalan yang ditemukan dilapangan antara lain banyak ditemukan C2 KWK Plano (Form Hasil Rekapitulasi Suara)  rusak di 14 TPS Kelurahan Stereo Kecamatan BA III  Banyuasin.

“Saya lihat ada indikasi korupsinya di sana oleh karena itu kita akan usut  mengenai pengadaan barang dan jasanya,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Suwito saat menghadiri undangan rapat di Ruang Rapat Komisi 1  DPRD Kabupaten Banyuasin Rabu(05/06) lalu.

Menurut Suwito sebelumnya pihaknya terlebih dahulu mengingatkan tentang perlunya kehati-hatian di dalam mengelola uang negara dan hendaknya dikoordinasikan kepada pihaknya, namun sampai saat ini pihaknya tidak diberitahu tentang pengadaan logistik tersebut. “Sampai saat ini saya malah baru tau sejak ada temuan ini,”lanjutnya.

Kejari Banyuasin,  Suwito mengatakan proyek logistik Pemilukada tersebut dinilai tidak transparan dalam pengerjaannya, pasalnya proyek tersebut sebelumnya sudah dipertanyakan, akan tetapi KPU sendiri tidak ada jawaban yang akurat.

“Saya bertanya kepada sekretaris KPU, siapa pemenang proyek logistik, nama CV dan pemilik perusahaannya, namun dijawab masih menunggu ULP,” ujar Suwito.

Menurut dia persoalan ini sudah memicu ketidakpuasan semua paslon cabup-cawabu, sehingga mempengaruhi azas Pemilu di Kabupaten Banyuasin akibatnya krisis kepercayaan terhadap KPU sendiri. “Alokasi anggaran pemilukada Kabupaten Banyuasin puluhan milyar, jika ini banyak ketimpangan jelas merugikan rakyat. Hal inilah yang menjadi penyelidikan kami,” bebernya di hadapan Paslon, KPU, Panwaslu, Kapolres yang difasilitasi Komisi I DPRD Banyuasin.

Ketua KPUD Banyuasin Yusarla, S.Ag mengatakan sesuai peraturan untuk KPA dan PPATK proyek tersebut ditanggung jawab oleh Sekretaris KPU, pihaknya baru mengetahui terjadinya kerusakan cetak C2 plano di saat laporan KPPS. “Setelah dari kejadian itu dirinya langsung menarik dan mengantikan C2 yang lama dengan yang baru dicetak H-3 Pemilu,” katanya

Sementara Sekretaris KPUD Banyuasin M. Ogan menjelaskan proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Marimas pemiliknya Sri Windayani beralamat di 24 Ilir Palembang, namun kejadian ini murni human error. “Hasil cetaknya sudah diperbaiki dan diganti yang baru,” jelasnya.

Informasi dan pantauan  Kabar Sumatera di lapangan terungkap adanya kesalahan C2 KWK tersebut diungkapkan  oleh tim ANNUR saat mendatangi Komisi I bersama keempat Calon lainya diantaranya Askolani, SH, MH, Tim Azwar Bidui, Agus Saputra, Selamet.

 

Teks: Diding Karnadi

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *