Polisi Didesak Bertindak Tegas

polisi-pasar

*Ilustrasi

PALEMBANG, KS-Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra dibuat geram dengan aksi anarkis yang dilakukan oleh sekelompok massa dengan membakar Toko Jaya Raya Elektronik yang berada di Jalan Beringin Janggut, Palembang serta merusak rambu-rambu lalu lintas di Jembatan Ampera, Selasa (4/6).

Orang nomor satu di kota empek-empek ini, mendesak aparat kepolisian bertindak tegas.  Korps baju coklat itu diminta Eddy, untuk mengusut tuntas kasus tersebut terlepas apakah terbakarnya Toko Jaya Raya Elektronik itu dibakar atau terbakar.

“Kita membangun Kota Palembang ini dengan susah payah, dengan penuh perjuangan. Jangan ada lagi tindakan anarkis. Saya Wali Kota Palembang menghimbau, kepada semua  warga untuk tetap tenang, dan menjaga kesetabilan Kota Palembang,”kata Eddy saat dibincangi di kediamannya di Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Selasa (4/6).

Menurut Eddy, masyarakat Palembang harus menjaga tali persaudaraan. Apa yang telah dibangun selama ini seperti infrastruktur dan lainnya sambungnya,  harus di jaga. Kejadian itu tegas Eddy, sudah merugikan mengganggu perekonomian Kota Palembang.

“Saya menghimbau semua masyarakat untuk colling down, beraktivitaslah seperti biasanya. Kita lupakan perbedaan, mari kita bersatu demi kemajuan kota yang kita sayangi ini,” harapnya.

Di tanya soal adanya masa yang akan melakukan demo di kantor Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, Eddy  mempersilakkannya namun harus memiliki izin dan tertib.

“Kami tidak pernah melarang siapapun untuk berdemo, karena demo itu di benarkan. Namun harus tetap menjaga, jangan sampai terjadi tindakan anarkis, jika itu sampai terjadi. Itu akan kami tuntut tuntas,”terangnya.

Selain itu, Eddy juga berharap kepada masyarakat untuk tetap menggunakan hak suaranya pada pemilukada Sumsel, 6 Juni mendatang. “Saya menjamin, tidak ada terjadi intimidasi. Ada aparat keamanan, yang akan menjaga keamanan terhadap masyarakat Palembang,”ujarnya.

Sementara itu Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo, menyayangkan kejadian itu. Harusnya kata Nugroho, kejadian itu tidak perlu terjadi apalagi jika benar pemicu kejadian itu disebabkan kisruh pemilukada Palembang.

“Jika memang terkait pemilukada Palembang, itu sangat disayangkan. Harusnya tidak perlu terjadi, karena sengketa pemilukada bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Semua sudah ada mekanismenya,” sesal Nugroho.

Dari kejadian ini kata Nugroho, Kodam II Sriwijaya akan mengambil pelajaran apalagi pelaksanaan pemilukada Sumsel tinggal mengitung hari. “Kami akan memback up penuh kepolisian, dalam melakukan pengamanan pemilukada Sumsel, 6 Juni nanti.  Kita akan bertindak tegas, jika ada tindakan anarkisme,” tukasnya.

 

Teks      : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *