Ilustrasi | Ist

Penganiaya Wartawan Ditangkap

Inderalaya,KS-Feri Yuhanes, oknum guru Tenaga Kerja Sukarela (TKS), Sekolah Dasar Negeri (SDN), 9 Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap wartawan Harian Umum Ogan Ilir Ekspres, Edy Lestari (25), warga Dusun III Desa Naikan Tembakang, Kecamatan Pemulutan Selatan, Rabu (22/5) sekitar pukul 09.00WIB, lalu akhirnya ditahan.

Pelaku penganiayaan resmi ditahan usai menjalankan pemeriksaan di Mapolres, Rabu (4/6), kemarin. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka masih mendekam di balik jeruji Polres OI.

Kasat Reskrim Polres OI, AKP Edy Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum Polres OI Iptu Herli, mengatakan,  penahanan terhadap oknum guru tersebut berdasarkan keterangan dari saksi yang menyatakan jika pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Berdasarkan pengaduan korban memang awalnya ada dua pelaku. Namun setelah dicecar beberapa pertanyaan, alhasil tersangka Feri yang memenuhi unsur penganiayaan. Surat perintah penahanan terhadap pelaku sudah keluar. Kini tersangka Feri masih mendekam di tahanan Mapolres OI dan melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,”kata Kasat.

Ia menambahkan, untuk tahapan selanjutnya pihaknya akan melengkapi berkas perkara penganiayaan terhadap wartawan itu dan selanjutnya akan dilimpahkan ke pengadilan untuk mengikuti proses sidang.

“Ya, dari keterangan saksi Dahlan dihadapan penyidik memang benar kalau tersangka Feri itu telah melakukan penganiayaan terhadap korban Edi, pasca korban melakukan peliputan di SDN 9 Pemulutan Selatan,” ungkapnya.

Sementara itu, saksi Dahlan saat ditemui di Polres OI mengaku kalau dirinya tidak melakukan pemukulan terhadap korban Edy. Penganiayaan hanya dilakukan sendiri oleh rekannya Feri.

“Saya hanya ikut rekan saya saja untuk menghadang korban dijalan menuju ke Desa Baikan Tembakang, Kecamatan Pemulutan Selatan. Kalau yang memukul itu teman saya yakni Feri. Kalau saya hanya melihat saja,” kata saksi Dahlan.

Terpisah, Ketua PWI OI Yudi meminta kepada pihak berwajib untuk dapat menghukum tersangka seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.

“Kami harapkan insiden ini dapat memberikan pelajaran berharga sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku untuk tidak berbuat main hakim sendiri,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Edy mengalami penganiayaan pada Rabu (22/5) di Jalan Desa Naikan Tembakang, Kecamatan Pemulutan Selatan sekitar pukul 18.36 WIB, saat korban hendak pulang ke rumahnya di Desa Naikan Tembakang.

Korban mengalami penganiayaan pasca kedatangannya di SDN 9 Pemulutan Selatan mengklarifikasi atas dugaan pemotongan tunjangan bagi guru sekolah terpencil disekolah tersebut yang mengakibatkan kening korban mengalami lebam-lebam.

Teks     : Junaedi Abdillah

Editor : Mustaqiem Eska




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *