Pemilih Tuna Netra Disisihkan

PALEMBANG, KS – Kaum tuna netra nampaknya bakal kesulitan untuk menggunakan hak pilihnya, saat pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 6 Juni 2013 mendatang.

Mereka terkesan disisihkan, pasalnya sampai saat ini alat bantu untuk tuna netra tersebut tidak disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel. Padahal di Palembang saja, ada ratusan tuna netra yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilukada Sumsel mendatang.

“Di Palembang, ada tempat pemungutan suara (TPS) khusus bagi kaum tuna tentra. Namun sampai saat ini, alat bantu untuk tuna netra dalam menggunakan hak pilihnya belum disediakan oleh KPU Sumsel,” kata Komisioner KPU Kota Palembang, Yudha Mahrom yang dibincangi, Selasa (4/6) di ruang kerjanya.

Menurut dia, alat bantu tersebut menggunakan huruf braille. Alat ini sebut Yudha, dipasang pada surat suara sehingga kaum tuna netra bisa menggunakan hak pilihnya.

KPU Kota Palembang sendiri sebutnya, bingung kenapa alat bantu itu tidak disediakan oleh KPU Sumsel. Di pemilukada Palembang lalu, alat ini dipakai untuk membantu tuna netra menentukan pilihannya.

“Kita tidak tahu, kenapa KPU Sumsel tidak menyediakannya. Saya sudah tanya kepada Kepala Sub Bagian (Kasubag) di KPU Sumsel,  mereka bilang alat itu belum disediakan,” jelasnya.

Apakah ini artinya kaum tuna netra tidak bisa menggunakan hak pilihnya ?, Yudha menyebut ada alternatif lain yang bisa digunakan. Yakni menggunakan pendamping. Artinya pemilih tuna netra akan didampingi seseorang untuk menentukan hak pilihnya, namun diwajibkan mengisi formulir C7.

Sementara itu Komisioner KPU Palembang, Rudiyanto Panggaribuan dibincangi terpisah mengatakan, saat ini semua logistik untuk pemilukada Sumsel sudah mulai di distribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Sesuai tahapan kata Rudi, semua logistik itu sudah harus diterima oleh PPK pada H-2. “Tinggal dua kecamatan lagi, logistiknya yang belum di distribusikan yakni Kecamatan Ilir Timur (IT) I dan IT II. Namun hari ini, logistik untuk dua kecamatan tersebut dipastikan akan dikirim,”jelas Rudi.

“Memang ada beberapa kekurangan misalnya formulir C6, surat suara dan lainnya. Namun masih bisa di cover, insyallah tidak akan ada kekurangan,” ungkapnya.

Sementara itu Komisioner KPU Sumsel Divisi Logistik dan Keuangan, Kelly Mariana ketika  dihubungi mengatakan, KPU Sumsel memang tidak menyediakan alat bantu untuk tuna netra. Alasanya, dianggappemborosan sebab tidak digunakan. “Jadi, tuna netra itu menggunakan formulir pendamping nantinya dalam menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *