Pasar 16 Ilir Mencekam

2.-Jaya-raya-elektronik-terbakar

PALEMBANG, KS-Kisruh di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Palembang, kini mulai merambat ada aksi anarkisme.  Kawasan Pasar 16 Ilir tepatnya di Beringin Janggut, Masjid Lama dan lainnya, Selasa (4/6) sekitar pukul 12.10 WIB, mencekam.

Ratusan toko di kawasan itu, tutup. Aparat keamanan bersenjata lengkap dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) dan di back up anggota TNI, bersiaga di kawasan itu.

Kondisi mencekam ini diakibatkan terbakarnya Toko Jaya Raya Elektronik yang berada di Jalan Beringin Janggut.  Kuat dugaan, toko elektronik milik tokoh masyarakat Tionghoa di Sumsel, Hermanto Wijaya itu dibakar massa.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera,  kejadian itu bertepatan dengan aksi dari sekitar seribu massa pendukungan pasangan calon wali kota (cawako)-calon wakil wali kota (cawako), Sarimuda-Nelly Rasdiana.

Sebelumnya mereka melakukan aksi di DPRD Kota Palembang. Aksi di gedung rakyat di Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring tersebut sudah terlihat suasana yang panas.  Massa sempat menyalakan petasan.

Usai melakukan aksi di DPRD Kota Palembang, mereka melanjutkan aksi dengan long march menuju Jalan Jend Sudirman. Di Bundaran Air Mancur (BAM) depan Masjid Agung, massa pendukung Sarimuda-Nelly ini sempat membakar ban bekas hingga menimbulkan kemacetan.

Jaya Raya Elektronik Dibakar

Sementara itu di kawasan Beringin Janggut, tiba-tiba asap hitam pekat mengepul di udara. Si jago merah mengamuk, membakar Toko Jaya Raya Elektronik.  Toko berlantai tiga itu, dengan cepat habis terbakar. Puluhan karyawan Jaya Raya Elektronik pun berhamburan keluar menyelamatkan diri.  Sementara toko-toko lainnya di kawasan Beringin Janggut dan Masjid Lama, langsung tutup dan menimbulkan kepanikan massal.

Kuat dugaan terbakarnya Jaya Raya Elektronik ini, efek dari kisruh Pemilukada Palembang. Karena informasi yang didapatkan, sebelum kejadian ada ratusan massa berbaju hitam yang mengamuk di toko itu.

“Sekitar seratus orang berbaju hitam, mencari bos kami tetapi tidak ada di tempat. Mereka tidak puas, sehingga merusak dan membakar toko,” aku salah seorang karyawan Toko Jaya Raya Elektronik , yang tidak mau disebutkan namanya dengan ketakutan.

“Kami ketakutan,  kami berhamburan ke luar toko. Waktu mau mengambil motor dilarang mereka. Saat kejadian, tidak ada polisi. Mereka mengaku,  pendukung salah satu pasangan cawako-cawawako. Bos kami dituding mendukung dan mensponsori pasangan cawako-cawawako lainnya,” sambungnya.

Salah satu pemilik toko elektronik di kawasan Beringin Janggut menyebut, massa yang membakar Toko Jaya Raya Elektronik berjumlah puluhan orang.  Mereka sebutnya, melempar bom molotov ke dalam toko tersebut. “Saya sempat hendak mematikan api, namun dilarang oleh massa lainnya yang bergerombol di luar toko,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu tim pemenangan pasangan Sarimuda-Nelly, Aria meminta masyarakat Palembang tidak percaya dengan isu-isu yang tidak jelas. Menurutnya aksi yang dilakukan oleh pendukung pasangan Sarimuda-Nelly itu, adalah aksi damai.  “Aksi itu, aksi damai. Kebakaran di Beringin Janggut itu, jangan dikait-kaitkan. Kebakaran itu disebabkan korselting listrik,” tegasnya.

Terkait Pemilukada Palembang

Sementara itu Kepala Polresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting yang dibincangi disela-sela pengamanan di lokasi kejadian menyebut, terbakarnya Toko Jaya Elektronik itu diduga berkaitan dengan kisruh pemilukada Palembang.

Awalnya kata Ginting, ada massa yang datang dari DPRD Kota Palembang usai melakukan aksi disana.  Mereka bergerak menuju ke kantor Gubernur Sumsel, namun di Jembatan Ampera mereka menutup jalan dan merusak rambu-rambu lalu lintas, sehingga menimbulkan kemacetan.

“Sebagian massa menuju kompleks pertokoan yang dekat di Jembatan Ampera. Disana mereka bergerak dan membakar Toko Jaya Raya Elektronik. Api pun cepat menjalar, kebakaran tak terhindarkan,” jelas Sabaruddin.

“Kami kecolongan, karena mereka berpencar. Ada yang melakukan aksi di Jempatan Ampera, namun ada juga segerombolan yang mendatangi toko elektronik tersebut,”tukasnya.

Teks    : Jadid Ulul Albab/Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *