Kebun Karet Dirusak, Puluhan Warga Geruduk Polsek Talang Ubi

PALI |KS-Sedikitnya 40 warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi,  mendatangi Mapolsek Talang Ubi, Selasa (4/6) pagi. Kedatangan warga untuk melaporkan kelompok warga dari Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat,  Kabupaten Muaraenim yang merusak kebun karet.

Menurut warga, kebun karet di dirusak dengan menyayat kulit batang karetnya. Akibatnya batang karet itu tidak bisa disadap lagi.

Bukan hanya batang karet warga saja yang dirusak. Warga juga diancam. Sebilah papan dicat merah bertuliskan “jangan dulu disadap sebelum ada penyelesaian”. Selain itu terdapat juga tanda tengkorak dan tulisan “maut”.

Riono, warga Sungai Baung, mengatakan, dirinya sempat ditemui salah seorang warga dari Kecamatan Benakat bernama Suldin. “Kalau ada warga Sungai Baung yang melawan akan ditangkap dan digantung,” tutur Riono kepada Kapolsek Kompol Syahrial Alfian.

Hal senada juga diungkapkan Supriadi. Menurutnya, ia ditemui belasan warga Benakat yang menyuruh ia berhenti menyadap karet. “Kejadian ini hari Minggu yang lalu saat sedang membersihkan kebun. Tiba-tiba datang mereka. Mereka datang ramai-ramai pak. Mereka berpencar dalam tiga kelompok. Satu kelompok ada sebelas orang. Mereka didampingi warga kami bernama Yakub. Kami disuruh kumpul di rumah Gerandong. Kami khawatir pak, jiwa kami terancam,” adu Supri.

Supri menuturkan, kasus ini sudah pernah terjadi tahun 2012 yang lalu. Saat itu warga juga diancam. Namun dengan difasilitasi Kapolsek dan Camat telah membuat kesepakatan akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Warga diperbolehkan mengelola kebun sampai ada keputusan hukum. Namun entah mengapa hari Minggu lalu kejadian serupa terjadi lagi dan mengabaikan kesepakatan yang sudah dibuat,” sesalnya.

Supri juga heran dengan tingkah warga Benakat yang mengklaim tanah mereka. Padahal Supri mendapatkan tanah itu dari orang tuanya secara warisan. “Tanah itu kan warisan pak. Sekarang malah sudah saya berikan ke anak saya. Artinya sudah tiga keturunan tanah itu kami kelola. Tapi anehnya diklaim orang kecamatan lain,” tambah dia.

Setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sungai Baung dan Gentarez Wara Naigolan, Kasi Pemerintahan Kec Talang Ubi, Kapolsek Talang Ubi Kompol Alfian langsung menemui warga.

Dihadapan warga, Alfian meminta warga berpikiran jernih dan tidak emosional. “Kami akan memanggil orang-orang yang dimaksud, kami tetap akan memfasilitasi keinginan warga. Bapak-bapak tidak usah khawatir. Kalau sampai ada tindakan pidana, bapak-bapak dirugikan, kami tidak segan-segan akan bertindak,” ungkap Alfian.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor        : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *