Warga Tanjung Pering di Ancam Dibunuh

Inderalaya,KS-Lantaran belum menemui titik terang dalam kasus sengketa lahan antar warga Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), dengan kepala desanya, sekitar 100 warga dari desa tersebut, Senin (3/5), kembali mendatangi Gedung DPRD OI, untuk mempertanyakan status lahannya yang diduga di jual oleh oknum kepada Desa Tanjung Pering.

Dalam kesempatan itu juga, warga mengadu kepada pihak dewan dan perwakilan dari Pemkab OI, terkait adanya ancaman pembunuhan yang dilakukan seseorang kepada perwakilan warga yakni Subianto.

Dalam keterangannya, Subianto mengatakan, sejak kasus sengketa lahan antara warga dan kepala desa, dirinya kerap mendapat ancaman dari seseorang melalui telepon selularnya. Ancaman tersebut berupa upaya pembunuhan.

“Ya, karena kasus ini mencuat, saya sering dapat ancaman pembunuhan. Dugaan, orang tersebut suruhan oknum kades. Awas kamu macam-macam, nanti saya bunuh,” bebernya menirukan ancaman tersebut.

Ia menambahkan, ancaman tersebut pertama dilakukan pada 27 Mei lalu dengan nada keras berupa ancaman pembunuhan. “Yang jelas ini ada kaitannya dengan masalah lahan yang saat ini mencuat,” tuturnya.

Meski demikian, sambung Subianto, dirinya tidak akan mundur untuk memperjuangkan hak warga yang telah dirampas paksa oleh okunum kades. Menurutnya, warga akan terus berupaya mengambil haknya berupa tanah yang sudah di jual oleh oknum kades.

“Kita tidak bosan-bosannya untuk datang ke sini (gedung DPRD OI – red), untuk tanyakan kasus ini. Kita juga mendesak, agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah tersebut secepatnya,” katanya.

Asisten 1, Pemkab OI, Heman mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mempermudah penyelesaian konflik lahah antara warga dan kepala desanya. Menurutnya, ada dua metode yang dijalankan Pemkab OI dalam menangani kasus tersebut.

“Pertama kita lakukan jalur hukum. Saat ini, oknum kades sudah dimintai dipanggil Polda Sumsel untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Kedua, kita melalui inspektorat dibantu pihak lainnya untuk menelusuri kasus tersebut. Setelah itu kita sampaiak ke bupati, Tapi sekali lagi, proses hukum akan berjalan,” ungkapnya.

Ketua Komisi 1, DPRD OI, Ahmad Yadi usai berdialog dengan warga mengatakan, dalam kasus tersebut ada beberapa kejanggalan-kejanggalan. Misalkan, kades mendatangi salah satu warga yang ada di Meranjat untuk mengakui jika memiliki lahan di Desa Pering.

“Ini sangat jelas janggal. Ini artinya fiktif. Warga tidak mengetahui sama sekali akar permasalahan, namun disuruh mengaku jika memiliki tanah di wilayah tersebut. Intinya fiktif dan akan di proses,” ungkapnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Mustaqiem Eska




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *