Dinas PU.BM Akui Sudah Sesuai Prosedur

puluhan-warga-beramai-ramaiPali | KSMenyusul buntut dugaan warga desa Semangus Kec. Talang Ubi Pali, yang menganggap bahwa proyek tersebut sarat penyimpangan. Akhirnya, dibantah keras oleh  Pejabat Pembuat Komitmen dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengairan Muaraenim, Alvis, ST.

Dalam pembicaraan via telepon dengan Kabar Sumatera, Senin (3/06/13), Alvis menjelaskan bahwa proyek tersebut sudah ia awasi sesuai dengan standar yang ada.

Menurut Alvis, pihaknya sudah melakukan survey tiga bulan sebelum pekerjaan tahap awal dimulai. “Panjang jalan memang  3 km, namun pada saat pekerjaan dimulai terkendala kondisi alam seperti curah hujan sehingga kubikasi penghitungan material seperti batu  menjadi berbeda, sehingga saat ini kita upayakan agar jalan ini dapat berfungsi terlebih dahulu. Nantinya akan kita selesaikan tentu saja” jelasnya.

Dikatakan oleh Alvin bahwa pengerasan jalan di desa semangus ini sudah mencapai 1,8 km dari 3 km yang direncanakan dalam tahap awal sementara total panjang jalam mencapai 12 km dan sudah kita LC sepanjang 10 km, dengan harapan pada saat proses pemeliharaan akan kita lanjutkan sisanya. “Jadi wajar saja seandainya sekarang belum kelar, anda tahu sendiri cuaca saat ini bagaimana?” terang Alvis.

Menyangkut pada sisa pekerjaan yang masih kurang dari target yang dicapai ini, Alvis menjelaskan  akan dikerjakan melalui dana ABT. “Yang jelas masyarakat tidak usah resah atau khawatir, proyek jalan ini akan kita selesaikan sebaik-baiknya,” jelas Alvis.

Menyangkut tidak adanya papan Proyek itu sama sekali tidak benar karena pada saat kita melakukan monitoring papan proyek dan kondisi jalan sudah ada dan layak. “Kalau saat ini tidak ada, yaa… Mungkin saja sudah rusak atau hilang,”tegasnya.

Sebelumnya, Minggu (2/6/2013), puluhan warga beramai-ramai turun ke jalan memeriksa ulang proyek pengerasan jalan yang ada ditengah desa mereka sepanjang 12 km.Dalam kejadian tersebut,Kades Semangus Ardiansyah meminta wartawan untuk datang ke desanya karena dituduh warga kongkalikong membuat proyek siluman. Begitu tiba di dusun V Jambu Mete Desa Semangus, warga sudah menunggu. Warga mempertanyakan hasil kunjungan Kades ke Dinas PU Bina Marga.

“Kami ini ingin bertanya, Apakah jenis batu dan panjangnya sudah sesuai. Karena idak jelas apakah dibangun PT. Medco atau PT MHP atau PT Pertamina, sebab idak katek Papan Proyek” tanya Ali Nurdin salah satu warga.

Menurut Ali Nurdin, ketika ia bertanya kepada pengawas dilapangan, pengawas tersebut menjawab proyek ini proyek sosial. “Katanya ini proyek sosial, kami agak percaya, karena alat berat yang digunakan pun milik KSO Pertamina PT Benakat Minyak Petroleum. Tulisan nyo ado pak, besak nian” tambahnya

Kepada warga, kades Ardiansyah menjelaskan kalau proyek pengerasan tersebut memang proyek yang dibiayai APBD Muara Enim. “Saya dan ketua BPD sudah mendatangi kantor Dinas PUBM di Muara Enim. Dari keterangan Pak Yani, proyek itu dikerjakan CV Niko Utama dengan nilai Rp 1,49 Milyar. Panjangnya 3km lebar 4meter dan profil jalan 10km” terang Ardiansyah  didampingi Fendi Rofendi Ketua BPD.

Sementara, Sabarudin (67),  warga lainnya justru curiga, penyimpangan proyek itu karena kades “main mata” dengan kontraktor. “Saya curiga jangan-jangan kades sudah dapat amplop” tuduh Sabar ketus.

“Demi Allah pak, jangankan menerima amplop, bertemu dengan kontraktor atau utusannya pun saya tidak pernah” tegas Kades Ardiansyah.

Ardiansyah juga menjelaskan, dirinya sudah dua kali mendatangi kantor Dinas PU Bina Marga Muara Enim. Pertama kali tanggal 9 April 2013, “waktu itu saya bertemu Bapak Alvin.  Tapi cuma dilayani di kakilima kantor, saya tidak disuruh masuk. Jadi tidak dapat informasi apa-apa. Dan kedua kalinya yaitu Jum’at kemarin” terangnya.

Setelah adu mulut, akhirnya disepakati untuk mengukur ulang proyek tersebut. Wartawan pun “dipaksa” untuk bersama-sama mengukur ulang ruas jalan yang menghubungkan Dusun V Jambu Mete dan Dusun 1 Semangus sepanjang 12 kilometer itu.

Dari pengamatan wartawan, jalan yang dibangun tersebut tidak dalan satu badan jalan tetapi terputus-putus. Setelah 100 meter pertama pengerasan terhenti dan setelah itu dilanjutkan lagi, demikian seterusnya. Warga menduga ini salah satu cara kontraktor untuk mengelabui pengawas. Setidaknya ada 10 tempat yang tidak dihampar batu. “Jingoklah, batunyo di ecer-ecer, putus-nyambung. Anehnya jalan yang sudah keras dikasi batu, sementara jalan becek dibiarkan. Lucu nian. Kami ini tiap hari lewat sini jadi tahu” ujar salah satu warga.

Menurut Mat Tayip, Kadus V, jalan ini sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan pengerasan, namun waktu itu yang melakukannya MHP dan Pertamina. “Sudah beberapa kali pak. Tapi kami tahu mana yang sudah lama dikeraskan mana yang baru, soalnya kami tiap hari melihatnya” ujar Mat Tayip.

Mat Tayip juga menuturkan kalau ada pengerasan, biasanya ia diminta kades untuk mengawasi. “Tiap kali ada pengerasan jalan saya diperintah kades mengawasi. Tanpa diupah pak. Ini tugas kadus. Malah saya ini mengkoordinir warga yang ingin memberi makanan, minuman atau rokok kepada operatornya. Kami berterima kasih karena jalan dibagusi. Tapi kalau yang ini, kami marah, karena kami merasa dibodohi” tuturnya disela kegiatan pengukuran.

Setelah dilakukan pengukuran, ternyata panjang hamparan batu yang dikerjakan kontraktor hanya 1.707 meter dari seharusnya 3.000 meter, sementara profil badan jalan tidak dikerjakan. Kepada wartawan Kades Semangus berharap kepada kontraktor untuk menyelesaikannya. “Saya minta kontraktor untuk menyelesaikannya, kami bukan usil pak, tapi kami hanya berterima kasih atas kebaikan bapak bupati Muara Enim yang bersedia membangun desa kami. Kami tidak ingin niat mulia bupati dikerjakan asal-asalan” pungkas Ardiansyah.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Mustaqiem Eska




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *