LURAH SEKARAT DIKEROYOK WARGA

Prabumulih, KS-Dipicu permasalahan lahan,  ribuan warga mengamuk di kantor Lurah Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Selasa (28/5), siang. Akibatnya, Lurah Payu Putat, Pranadesta, Sip, sekarat hingga nyaris tewas akibat di keroyok ribuan warganya sendiri.

Bukan hanya lurah, seorang pengusaha, Esa Samindra juga jadi sasaran amuk warga. Tidak hanya itu, polisi, tentara hingga wartawan tidak luput dari amukan warga.

Kedua korban akhirnya di bawa ke RS Pertamina, Prabumulih untuk mejalani perawatan intensif akibat luka serius dikepala akibat hantaman benda tumpul.

Informasi yang dihimpun Kabar Suamtera, kedatangan warga dipicu rasa kekesalan akibat ulah oknum lurah terkait dugaan  penjualan lahan seluas 920 hektar  berupa tanah dan kebun warga di perbatasan Kelurahan Payuputat.

Menurut warga, lahan tersebut telah dijual oleh  oknum lurah dengan nilai ratusan juta rupiah ke beberapa pengusaha di Kota Prabumulih. Modusnya yakni dengan membuat surat atas nama pengusaha yang juga merupakan Eka Samindra SH, dan dijual lagi ke ke pengusaha lain dengan harga hingga ratusan juta.

Warga yang mengetahui lahannya di jual berang dan beramai-ramai mendatangi kantor kelurahan. Saat itu, Lurah Payu Putat,  Pranadesta dan seorang pengusaha bernama Eka Samindra secara kebetulan ada di kantor tersebut.

Sampai di kantor lurah, warga yang mencapai ribuan itu mengamuk dan menghancurkan kantor. Beruntung, aksi tersebut tidak berlangsung lama lantara Kapolres Prabumulih beserta jajaran serta Wakil Walikota Prabumulih Ardiansyah Fikri datang ke lokasi untuk meredakan masa dan melakukan dialog.

Massa yang kurang puas dengan hasil dialog tersebut kembali mengamuk dan menganiaya pengusaua Eka Samindra. Massa yang kalap berusaha menyari lurah tersebut yang berusaha melarikan diri.

Apes bagi lurah, saat hendak mealrikan diri, massa sudah keburu menghadangnya dan langsung menganiaya lurah. Berbagai benda tumpul serta bogem mentah diarahkan ke seluruh tubuh lurah hingga jatuh ke rawa.

Tragis, meski sang lurah sudah jatuh ke rawa, massa yang tengah dirasuki setan itu kembali menghajar dan menengglamkan lurah. Beruntung saat itu, Pranadesta langsung diselamatkan oleh anggota polisi dengan beberapa kali melepaskan tembakan ke udara.

Dengan keadaan sekarat dan bersimbah darah, baik Lurah, Pranadesta dan pengusaha Eka dilarikan ke RS Pertamina agar nyawanya bisa diselamatkan.

Kapolres Prabumulih, AKBP Yerri Oskag SIK, saat dikonfirmasi akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Saat ini kita sudah mengerahkan pasukan tambahan un tuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Ya, kita akan tidaklanjuti kasus ini,” singkatnya.

Teks     : Irsan Matondang

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *