Pengusaha Batubara Sepelekan Aturan

truk-batubara

Terlihat Foto Batubara Sedang Melintas di Jalan Kota Prabumulih | Foto : Irsan KS

PRABUMULIH KS – Peraturan Gubernur Sumsel dikangkangi pengusaha batubara. Ramai-ramai para pengusaha tambang batubara menggugurkan peraturan yang ditetapkan gubernur di provinsi ini.

Walau telah dilakukan aturan pelarangan seluruh aktivitas jalan jangan dipakai sopir truk batubara, namun para sopir-sopir masih melakukannya. Bila sebelumnya dikabarkan Harian Umum Kabar Sumatera pada edisi 1 Januari 2013, seluruh truk batubara dari Kabupaten Lahat-Kota Palembang dipertegas pernyataan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin. Yang bunyinya, seluruh aktivitas pengangkutan batubara harus distop 1 Januari 2013 dan harus melewati jalan khusus yang memang sudah disiapkan untuk pengusaha tambang batubara.

Pantauan koran ini di lokasi tambang batubara nampak kegiatan pengangkutan batubara masih tetap berlangsung. Namun, angkutan batubara ini berjalan pada malam hari bukan di siang hari. Hal ini disebabkan jalan khusus yang dibangun  PT Servo sepertinya tidak layak untuk dilalui apalagi pada musim penghujan. Melihat fakta ini, akhirnya pengusaha batubara tidak merealisasikan dan memedulikan isi peraturan gubernur tersebut.

“Sepertinya panambang batubara tidak serius mendengarkan aspirasi masyarakat yang memang sudah menolak pengangkutan batubara di daerah-daerah yang mereka lewati. Inikah yang diinginkan penambang batubaran?,” demikian kata Alex Noerdin Gubernur Sumsel.

Pengangkutan batubara yang dilakukan pada malam hari tetap akan meresahkan masyarakat yang dilewatinya  karena ini tidak menyehatkan udara yang mereka hirup setiap hari.

“Selama ini banyak  masyarakat yang menolak adanya angkutan batubara yang dilewatinya,” ujar Alex.

Dari informasi yang dihimpun warga Prabumulih terungkap, sistem pengangkutan batubara ini tidak seperti dulu lagi di mana pengangkutannya berkonvoi, tetapi kini dilakukan dengan menjalankan lima truk sekali jalan dan aktivitas pengangkutan ini pun dimulai memasuki Kota Prabumulih pukul 10.00 WIB. Adapun truk ini berisikan tidak melebihi tonase bertutup terpal tebal agar tidak diketahui warga.

Warga juga berkata, beraktivitasnya kembali pengangkutan batubara sepertinya ada pembiaran disektor jalan Negara, sebab tidak adanya aparat yang menjaga dan menyuruh kembali truk ke lokasi penambangan dan adanya pengamanan yang membekingi pengangkutan batubara ini.

“Namun yang sangat disayangkan  apabila ada kecelakaan akibat buruknya jalan yang dilalui oleh pengangkutan batubara ini, siapakah yang akan bertanggung jawab” demikian kekesalan warga setempat.

Desi Burnadi, warga Kota Prabumulih menyebutkan, tempat pemuatan batubara ini antara lain arah Kota Lahat dan angkutan batubara sepertinya terkoordinir karena di setiap truk angkutan batubara tertempel label ASPEBINDO.

“Kami dapat kabar ada segelintir oknum yang menyetop angkutan batubara ini. Ya, ujung-ujungnya ada kesepakatan dengan pemilik tambang dengan memberikan uang pada oknum tersebut yang akhirnya angkutan batubara ini dibolehkan lewat,” ucap Desi,

 

TEKS/FOTO    :IRSAN MATONDANG

EDITOR            :RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *