Kosan-kosan Dijadikan Pabrik Ekstasi

kos-kosan

Caption : Dari kiri-kanan, Juni, Fitri, Helmi, dan Marzuki, saat diperiksa di Mapolsekta Sukarami Palembang Minggu (5/5) | Foto : OScar Ryzal

PALEMBANG, KS – Satuan Reskrim Polsekta Sukarame berhasil menggrebek pabrik narkoba jenis ekstasi berskala kecil (Home Industry -red), di sebuah kos-kosan yang berlokasi di Perumahhan Mas Karebet, Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Sukarame, Palembang,  Sabtu (4/5), sekitar pulul 20.00 WIB,

Dari penggrebekan tersebut, petugas mengamankan empat orang tersangka dan menyita puluhan pil ekstasi dan bahan-bahan yang diduga untuk membuat ekstasi. Selain itu, petugas juga menyita peralatan yang diduga untuk membuat ekstasi.

Keempat orang tersebut yakni Juni (30), Fitri (32) dan Helmi (28), penghuni kos-kosan serta Marzuki (60), warga Jalan Buyut, Kelurhan Rimba Kemuning, Kecamatan Kemuning.

Informasi yang diperoleh, penggrebekan pabrik ekstasi tersebut berawal dari pengembangan polisi yang mulanya menangkap Marzuki (60), yang merupakan Target Operasi (TO).

Petugas yang lemihat Marzuki lalu mengintai dan mengawasi setiap gerak-geriknya. Polisi mendapati pelaku sedang pergi menuju kosan yang diketehui yang disewa oleh Juni.

Pada saat itulah polisi langsung membekuk pelaku. Dari tangan pelaku petugas mendapati dua paket sabu berukuran sedang yang disimpan dikantong celana pelaku. “Sabu itu punya Juni, saya hanya diminta untuk mengantar saja,” tutur Marjuki.

Diakui Marzuki, sabu yang ia bawa sudah ia beli dari seorang bandar seharga Rp 700 ribu. Selanjutnya, sabu itu dijual Marzuki kepada Juni seharga Rp 800 ribu. Atas dasar itulah Marzuki berkunjung ke rumah Juni untuk menyerahkan titipan Juni.

Dari kicauan Marzuki, petugas langusung menuju lokasi yang di maksud. Tanpa pikir panjang petugas langsung melakukan penggrebekan dikosan milik Juni.

Dari dalam kos tersebut,  polisi menemukan  puluhan pil ekstasi dan bahan-bahan yang diduga untuk membuat ekstasi dan juga disita alat untuk mengkonsumsi ekstasi serta buku catatan yang berisikan pesanan ekstasi.

Polisi langsung mengamankan tiga orang wanita yang sedang berada di dalam kosan tersebut. Tiga wanita tersebut beserta Marzuki digiring ke Mapolsek Sukarame.

Dijelaskan Juni, barang bukti yang didapati polisi bukanlah miliknya dan tidak mengakui barang haram tersebut. “Kemarin di rumah saya tidak ada benda-benda itu, tidak taunya waktu polisi menggrebek saya melihat benda-benda itu berada didalam rumah,” kilah Juni.

Disinggung keterkaitannya dengan Marzuki, Juni mengelak, dan tidak pernah memesan sabu kepada Marzuki.

“Saya memang kenal sama Marzuki, tetapi saya tidak memesan sabu itu,” kata wanita yang bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu cafe yang berada dikawasan Maskarebet ini.

Sementara dari pengakuan Fitri  dan Helmi, keduanya mengaku tidak tahu apa-apa terkait benda-benda yang disita polisi dari kosan Juni maupun hubungan Juni dengan Marzuki. Bahkan Helmi sempat pingsan saat diperiksa petugas.

“Kami hanya main ke kosan Juni. Sumpah, saya tidak tahu apa-apa,” kata Fitri.

Kapolsekta Sukarame Palembang, Komisaris Polisi (Kompol) Imam Tarmudi saat ditemui di Mapolsekta membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Untuk sementara ini kita masih mendalami kasus ini, tetapi sudah dua orang sudah kita tahan yaitu Marzuki dan Juni, sementara fitri dan Helmi hanya kita mintai keterangan sebagai saksi,” ujar Imam.

Teks/Foto         : Oscar Ryzal

Editor               : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com