Muara Rupit Masih Mencekam

muara-rupit

Pasukan Brimob Polda Sumsel | Foto : Dok KS

MUARA RUPIT, KS-Pasca bentrokan berdarah di Kecamatan Muara Rupit antara warga dengan pihak kepolisian, Senin (29/4) malam, kini kondisi Kecamatan Muara Rupit yang diproyeksikan menjadi ibu kota dari Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih dalam kondisi mencekam.

Informasi yang dihimpun, Selasa (30/4), massa masih berkumpul. Bahkan konsentrasi massa masih terjadi. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Lubuk Linggau-Jambi, masih belum bisa dilintasi kendaraan.

Warga menutup akses jalan tersebut, dengan cara memasang besi yang dilas ke tiang jembatan di Sungai Mandang, Kecamatan Rupit. “Kendaraan yang melintas, diarahkan untuk kembali oleh petugas kepolisian yang berjaga. Karena jembatan disana, ditutup oleh warga, “ sebut salah satu warga ketika dibincangi tengah terjebak antrean kendaraan di Simpang Empat Mura.

Tak hanya jalan yang diblokir, massa yang diduga emosi mengetahui ada empat warga yang tewas tertembak meluapkan kemarahannnya dengan membakar Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Karang Dapo. Ini artinya sudah dua Mapolsek dibakar massa, setelah Senin malam Mapolsek Rupit dibakar.

Sempat juga beredar isu, massa akan membakar rumah dinas Bupati Mura dan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura. Isu tersebut, nyaris terjadi jika tidak dihalau petugas yang sudah menjaga ketat semua aset pemerintah di Mura.

Sebab usai membakar Mapolsek Karang Dapo, massa yang emosi bergerak  menuju Kantor Pemkab Mura. Namun aksi itu, berhasil digagalkan petugas dari Kepolisian Resort (Polres) Mura dan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova yang di konfirmasi, kemarin membenarkan dibakarnya Mapolsek Karang Dapo. “Ya, saya baru dapat informasi Mapolsek Karang Dapo dibakar massa,” jelasnya.

Untuk pengamanan, kini dua batalyon Brimob dari Lubuk Linggau dan Talang Kelapa, dikerahkan. “Selain dari Lubuk Linggau dan Talang Kelapa, kita juga minta bantuan dari Brimob Jambi,” kata Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Adeni Mohan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Suhardi Alius menyebut Polri sudah melakukan penambahan kekuatan dari Kepolisian dan berkordinasi dengan TNI. “Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Brimob Lubuk Linggau, dua SSK Brimob Polda Sumsel dan 2 SSK Brimob Polda Jambi dikerahkan. Kami dibantu satu SSK TNI Yonif 144,” jelas Suhardi.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dari Jakarta tiba di lokasi kejadian. Didampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo, alex berdialog untuk membujuk warga membuka kembali akses Jalinsum yang ditutup sejak Senin pagi.

“Setelah berdialog, gubernur berhasil membujuk warga untuk membuka akses Jalinsum,” jelas Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokuler Pemprov Sumsel, Irene Camelyn.

Dimakamkan

Sementara itu, tiga warga dari empat warga yang tewas tertembak, kemarin siang di makamkan.  Ketiga korban tersebut yakni Son, Rinto, Suharto, ketiganya adalah warga Muara Rupit. Ke tiga korban, di makamkan  di tempat pemakaman umum (TPU) Al Falah, Muara Rupit. Sedangkan korban tewas lainnya, Fadillah juga sudah di makaman di Desa Kertasari, Kecamatan Karangdapo.

Kaisar (34), korban tertembak dalam bentrokan antara aparat keamanan dengan warga di Kecamatan Muararupit, Musirawas, Kaisar (34) dari Desa Muararupit, Kecamatan Muararupit Kabupaten Mura, dibawa ke RSMH Palembang, Selasa (19/4/2013), pukul 19.00. Ia tertembak di bahu sebelah kanan.

Sedangkan dari Palembang, Kaisar salah seorang korban tertembak dalam bentrokan Senin malam dibawa ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan. Kaisar, mengalami luka tembak di bahu kanan mengenai paru-paru. Ia belum bisa memberikan keterangan.

Teks   : Redaksi Kabar Sumatera

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *